SAMPIT – Menjelang perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah, orderan penjahit di Pasar Impres Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih sepi dari warga yang ingin berpakaian serba baru.
Salah satu penjahit yang ditemui matakalteng.com, Ilham Budi mengatakan saat ini pesanan jahitan baju masih normal, seperti hari biasanya dan biasa belum ada kenaikan.
Ilham juga memperkirakan salah satu alasan mengapa sepi orederan katkrena masyarakat sekarang suka membeli baju jadi secara online, serta jarang untuk menjahit pakaian sendiri.
“Memang tidak saat ini pesanan jahitan tidak ada peningkatan. Baju sekolah, kita masih Covid-19, apalagi baju lebaran berbeda jauh dengan bulan Ramadan tahun kemarin,” terang Budi.
Ditambahkan, salah satu dampak yang terasa dari penurunan jumlah orderan jahitan di kernakan masih banyaknya, prusahaan sawit yang melarang karyawanya turun ke kota. “Biasanya pelanggan yang paling banyak order baju merupakan keryawan kelapa sawit, seminggu sebelum lebaran sudah banyak,” sebut Budi.
Para penjahit di Pasar Impres berharap keadaan dapat segera kembali normal dan Covid-19 atau virus Corona dapat segera menghilang. Dengan begitu pelanggan tidak ada lagi yang merasa takud beraktifitas seperti biasa.
(ary/matakalteng.com)





















Discussion about this post