SAMPIT – Intensitas hujan yang cukup tinggi membuat sejumlah desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Tidak hanya pedesaan yang berada di luar kota Sampit, desa yang berada di dalam kota pun turut terdampak. Salah satunya adalah Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
“Disini banjirnya hampir setiap hari terjadi, mengikuti pasang surut air sungai. Tetapi air bisa sampai masuk ke rumah ketika hujan lebat,” kata Junaidi, salah seorang warga Desa Pelangsian, Selasa 5 Mei 2020.
Ketika banjir terjadi, ada beberapa hewan liar maupun buas yang ikut naik ke pemukiman warga. Dilaporkan pernah ada buaya maupun ular yang naik ke sekitaran pemukiman warga ketika banjir terjadi. Hal ini membuat resa warga setempat.
Tak ayal, warga setempat memilih mengungsi ketika bencana alam ini terjadi. “Sekarang ini kami ngungsi di rumah mertua saya. Takut ada ular masuk ke rumah saat banjir seperti ini,” tutur pria yang akrab di sapa Junai.
(shb/matakalteng.com)




















Discussion about this post