SAMPIT – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah sejak September 2019 fokus pada pengembangan tanaman hortikultura melalui program Obor Pangan Lestari (OPAL), dengan memanfaatkan pekarangan rumah ini sebagai upaya untuk menekan laju inflasi.
Kepala Distan Kotim I Made Dikantara mengatakan, beberapa tanaman yang dapat memicu inflasi seperti cabai dan bawang merah merupakan tanaman hortikultura yang dapat dibudidayakan dan dikembangkan dengan OPAL.
“Program pengembangan budidaya ini juga untuk meningkatkan ketahanan pangan,” ujar Made, Kamis 23 Januari 2020.
Tanaman hortikultura yang dikembangkan dengan OPAL ini dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari, sehingga masyarakat tidak perlu lagi membelinya di pasar. Dengan program ini justru dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau ada yang mau belajar, kami siap membantu, akan kami berikan saran secara teknisnya,” kata Made. Menurutnya dalam sekali panen OPAL yang berlokasi di halaman kantor Distan Kotim bisa mencapai 30 Kg sayuran, sesuatu yang begitu menguntungkan bila bisa dikembangkan di rumah-rumah warga.
“Skala kecil yang ditingkatkan dengan menanam tanaman-tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti selada air dan selada merah, seharga Rp 30 – Rp 40 ribu perkilo, secara ekonomis bisa berkelanjutan bila benar-benar dijalankan usahanya,” sebut Made.
Made berharap nantinya OPAL dari Distan Kotim bisa menjadi contoh bagi Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) lainnya untuk bisa memanfaatkan pekarangan kantor agar dapat ditanami berbagai macam sayuran.
(fi/matakalteng.com)





















Discussion about this post