SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan upacara gabungan untuk memperingati Hari Pahlawan ke 74, Hari Kesehatan Nasional Ke 55, Hari Guru Nasional Ke 74, Hari Menanam Pohon, dan Hari Korpri ke 74. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman kantor Pemkab Kotim, Senin, 11 November 2019.
Dalam amanatnya, Bupati Kotim Supian Hadi mengajak seluruh generasi bangsa untuk tidak melupakan sejarah. Melihat sejarah panjang akan kebangkitan nasional Indonesia, untuk memperoleh sebuah kemerdekaan, para leluhur harus rela berjuang mengorbankan jiwa dan raga.
Namun kini perjuangan tersebut telah membuahkan hasil. Negara yang kaya akan suku bangsa, sumber daya alam dan lainnya ini sudah memperoleh kebebasan.
“Kita sebagai generasi penerus bangsa hanya harus selalu bersyukur karena kita tidak perlu bersusah payah berjuang dengan mengangkat pedang dan tombak untuk mencapai kemerdekaan. Jangan kita lupakan sejarah dan jangan lupakan perjuangan para leluhur kita,” ucap Bupati Kotim, Supian Hadi.
Supian melanjutkan, rasa syukur tersebut tidak cukup hanya dengan ucapan saja, namun nyata sangat diperlukan. Hal yang paling mendasar adalah menjaga kelestarian alam yang ada di Bumi Habaring Hurung ini.
Sumber daya alam merupakan bagian dari pembangunan ekonomi, pembangunan sosial, dan pembangunan budaya di daerah ini. Oleh karena itu, dirinya harap masyarakat tidak merusak alam, baik itu membakar lahan, menebangan pohon tanpa ada reboisasi, dan lainnya.
“Kita harus menjadi generasi yang memberikan manfaat dan contoh untuk generasi mendatang. Salah satunya dengan cara menjaga alam kita ini agar tetap mampu menjadi sebuah alam yang pantas untuk dihuni dikehidupan mendatang. Satu orang tanam satu pohon. Jangan buang sampah sembarangan,” tutur orang nomor 1 di Kotim.
Selain sumber daya alam, Bupati juga meminta masyarakat meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Peningkatan SDM tidak lepas dari peran serta pendidik, sebab itu para guru diminta memiliki inovasi dalam metode belajar mengajar guna menarik minat dan bakat para peserta didik serta menekankan ilmu keagamaan yang membuat akhlak peserta didik menjadi lebih baik lagi.
“Saya berharap kepada semua guru di Kotim agar selalu semangat dan bekerja keras untuk membangun karakter anak didik sebagai generasi penerus bangsa yang luar biasa tanpa mengesampingkan akhlak baik,” harap Supian Hadi.
Untuk membuat SDM yang unggul tentunya tidak hanya pendidikan yang diberikan, kesehatan pun harus memadai. Tercatat ada 10 desa yang masyarakatnya mengalami kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau stunting.
Hal tersebut harus diperhatikan, agar strategi pembangunan kesehatan di daerah ini bisa berjalan dengan baik kedepannya. Dengan itu maka akan berpengaruh terhadap penurunan angka stunting.
Dirinya menjelaskan, ada beberapa filar strategi pembangunan kesehatan yang harus dijalankan, diantaranya adalah paradigma kesehatan, penguatan akses pelayanan kesehatan dan penyediaan biaya melalui jaminan kesehatan nasional, melalui program gerakan masayarakat hidup sehat, dan program pendekatan keluarga.
“Jadikan Hari Kesehatan Nasional ke 55 ini sebagai moment menurunkan angka stunting. Ada strategi yang sudah disiapkan untuk menciptakan generasi yang lebih baik lagi untuk daerah dan bangsa Indonesia kedepannya,” tutur Bupati yang sudah menjabat selama dua periode berturut-turut.
(shb/matakalteng.com)















Discussion about this post