SAMPIT – Komoditas rotan masih menjadi sumber penghidupan warga sejumlah kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Terkait itu, pemkab pun berupaya meningkatkan harga jual rotan.
“Kami terus berupaya untuk meningkatkan harga jual rotan, terutama di tingkat petani,” kata Bupati Kotim, Supian Hadi, Jumat 18 Oktober 2019.
Pemkab juga terus berupaya untuk meningkatkan hasil produksi olahan dari rotan. Sehingga rotan yang melimpah di Kotim dapat menjadi bahan olahan lain. Seperti kursi, meja, lemari, tempat sampah dan barang lainnya.
Upaya tersebut menjadi salah satu langkah agar rotan bisa meningkat harganya. Terutama di tingkat petani dan pengrajin. Sehingga, larangan ekspor rotan mentah tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan rotan di Kotim.
“Larangan ekspor sejak beberapa tahun lalu memang membuat harga rotan anjlok ditingkat petani. Dan kami berupaya mencari solusi untuk meningkatkan harga,” kata Supian Hadi.
Saat ini pemerintah terus berupaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait aturan larangan eskpor rotan ke luar negeri. Mereka juga meminta pemerintah meninjau ulang terkait aturan tersebut, sebab cukup merugikan masyarakat yang bergantung hidup dari rotan.
(fi/matakalteng.com)















Discussion about this post