SAMPIT – Kondisi cuaca di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sekarang dalam masa pergantian dari musim kemarau ke musim hujan. Tentunya hal ini disambut hangat oleh warga Kotim lantaran pada musim kemarau sering terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Akan tetapi, pada pergantian musim ini, penyakit demam berdarah dengeu (DBD) yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypty dapat dengan cepat menular ke manusia.
Sebab itu Wakil Bupati Kotim M Taufiq Mukri mengimbau kepada masyarakan untuk terus waspada dan mencegah tertular penyakit ini dengan cara menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekitar.
“Wasapadai dan hindari penyakit DBD. Jaga kebersihan diri dan lingkungan. Jangan biarkan sampah berserakan sehingga membuat air tergenang dan rutin menguras tempat penampunahn air. Sedikit saja ada air yang tergenang maka bisa dijadikan nyamuk sebagai tempat berkembang biak,” kata Taufiq Mukri, Selasa, 15 Oktober 2019.
Dirinya juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar aktif melaksanakan gotong royong membersihkan linglungan setempat. Selain enak di pandang, bersihnya lingkungan secara otomatis akan berdampak pada kesehaan.
“DBD ini merupakan penyakit yang terbilang berbahaya. Dari data yang ada, di Indonesia kasus ini hampir mencapai 15 ribu kasus dalam setahun. Ada yang meninggal dan ada juga yang selamat. Jika sudah terkena hingga 2 kali, resiko untuk terkena penyakit yang lebih parah sangatlah tinggi. Makanya kita lebih baik mencegah dari pada mengobati,” jelas Wakil Bupati Kotim.
(shb/matakalteng.com)















Discussion about this post