SAMPIT – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Hawianan berharap pilkades serentak bisa tetap digelar sebelum pilkada serentak pada 2020 nanti. Pemilu kepala daerah serentak diperkirakan digelar 23 September 2020 yakni pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah serta Bupati dan Wakil Bupati Kotim.
“Persiapan pilkades serentak dimulai tahun ini dengan anggaran yang dialokasikan sekitar Rp1 miliar melalui APBD Perubahan 2019. Selanjutnya, biaya pelaksanaan pilkades serentak akan dialokasikan pada APBD 2020,” ungkap Hawianan, Sabtu 5 Oktober 2019.
Pilkades serentak pada 2020 nanti akan menjadi pilkades serentak ketiga yang digelar Kotawaringin Timur. Sebelumnya pada pilkades serentak digelar pada 21 Oktober 2017 di 77 desa dan 15 Desember 2018 di 48 desa.
Hawianan mengajak masyarakat Kotim ikut menyukseskan pemilihan kepala desa atau pilkades serentak yang akan dilaksanakan pada 2020 nanti.
“Partisipasi masyarakat sangat penting untuk menyukseskan pilkades, khususnya dalam hal meningkatkan partisipasi pemilih serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar daerah tetap kondusif,” kata Kepala Dinas Pembedayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kotawaringin Timur Hawianan di Sampit, Sabtu.
Saat ini persiapan terus dimatangkan oleh panitia di tingkat kabupaten. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa juga diintensifkan untuk mengoptimalkan persiapan.
Sosialisasi pilkades rencananya dimulai pekan depan. Sosialisasi ini sangat penting agar masyarakat memahami aturan terkait pilkades serta terpanggil untuk menyukseskan pilkades dengan menggunakan hak pilihnya saat pemungutan suara nanti.
Sosialisasi ini juga mutlak dilakukan untuk memberikan informasi secara jelas kepada warga yang berminat mendaftar menjadi calon kepala desa, sehingga mereka bisa mempersiapkan diri untuk memenuhi persyaratan yang diharuskan.
Ada 43 desa yang menggelar pilkadessecara serentak. Penetapan tanggal pelaksanaan pemungutan suara akan dilaksanakan awal 2020 nanti, namun pemungutan suara diperkirakan dilaksanakan pada Februari atau awal Maret 2020.
(fi/matakalteng.com)















Discussion about this post