PANGKALAN BUN – Sebelas sekolah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berhasil menyabet penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) 2025.
Penghargaan di bidang lingkungan tersebut berhasil disabet oleh sekolah setingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sekaligus mencatatkan sebagai sekolah terbanyak yang meraih penghargaan Adiwiyata.
Kesebelas sekolah tersebut adalah, SDN 1 Sungai Melawen, SDN 1 Raja, SDN 7 Madurejo, SDN 1 Sungai Kapitan, SDN 1 Sumber Agung, SDN 2 Sungai Rangit Jaya, dan SDN 1 Pangkalan Durin. Pada jenjang SMP, penghargaan diberikan kepada SMPN 2 Arut Selatan, SMPN 3 Arut Selatan dan MTsN 2 Kotawaringin Barat; serta pada jenjang SMA/MA diraih oleh SMAN 2 Kumai.
Penghargaan tersebut diumumkan dan diserahkan secara daring oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah melalui Zoom Meeting pada Kamis 27 November 2025.
Menurut DLH Provinsi Kalimantan Tengah, penghargaan diberikan kepada sekolah-sekolah yang dinilai berhasil menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) serta memenuhi kriteria Program Adiwiyata, mulai dari kebijakan sekolah, penerapan kurikulum berbasis lingkungan, pengelolaan sarana prasarana ramah lingkungan, hingga partisipasi aktif warga sekolah dan masyarakat.
Tahun 2025, penyerahan piagam juga dirangkaikan dengan sosialisasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2025 sebagai pedoman terbaru penyelenggaraan Program Adiwiyata. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kobar, Fitriyana, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut.
Dia menilai keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh warga sekolah dan bentuk komitmen nyata dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini. “Ini adalah prestasi yang patut dibanggakan dan harus menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya. Adiwiyata bukan soal penghargaan semata, tetapi tentang membentuk karakter peduli lingkungan bagi generasi muda. Ketika semua pihak bergerak bersama, hasilnya dapat kita lihat seperti hari ini,” ujarnya.
Fitriyana menegaskan tantangan besar setelah menerima penghargaan adalah menjaga keberlanjutan program. Ia mendorong sekolah-sekolah untuk konsisten dalam pengurangan sampah, penghematan energi, meningkatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH), serta membiasakan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami tidak ingin Adiwiyata berhenti sebagai kegiatan seremonial. Program ini harus hidup menjadi budaya sekolah dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga,” tambahnya. Prestasi Kobar tahun ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan lingkungan.
DLH Kabupaten Kotawaringin Barat akan menyiapkan berbagai program pendukung seperti pelatihan kader lingkungan, pengembangan jejaring sekolah Adiwiyata, dan monitoring berkala sebagai upaya mendampingi sekolah binaan menuju jenjang yang lebih tinggi.
Dengan diraihnya penghargaan tersebut, Kotawaringin Barat menegaskan posisinya sebagai daerah yang konsisten memajukan pendidikan berwawasan lingkungan. Pemerintah daerah berharap keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga pemantik bagi sekolah-sekolah lain untuk mulai berbenah, memperkuat aksi lingkungan, dan ikut serta dalam Program Adiwiyata.
“Prestasi 11 sekolah tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dan bukti nyata bahwa budaya peduli lingkungan dapat tumbuh kuat ketika sekolah, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama. Pemerintah daerah mengajak seluruh satuan pendidikan di Kotawaringin Barat untuk mengikuti jejak ini demi terwujudnya lingkungan belajar yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di masa mendatang,” pungkasnya.
(lih/matakalteng)






















Discussion about this post