PANGKALAN BUN – Penjabat (Pj) Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Budi Santosa menyebutkan, untuk menangani karhutla yang terjadi di sejumlah titik, perlu adanya kerja keras dari semua pihak. Masyarakat juga perlu diedukasi agar tak membakar lahan.
Kasus kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah titik sesuai laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar ini akibat ulah manusia. Dimana ada faktor kesengajaan dalam setiap kasus kebakaran lahan.
“Dalam menangani Karhutla di Kobar ini perlu banyak cara. Kalau diserahkan ke pemerintah saja tentu tidak bakal mampu,” ujarnya, Senin, 12 Juni 2023. Lanjut dia lahan kosong di Kobar masih begitu luas, dan hal itu berpotensi terjadinya karhutla.
“Kalau ada kasus otomatis kita tangani, karena pemda telah membentuk posko karhutla yang di dalamnya ada pemerintah, TNI, Polri, hingga relawan. Namun lebih dari itu bahwa masyarakat kita juga harus kita libatkan dan kita edukasi mengenai karhutla,” ujarnya.
Ketika larangan membakar lahan ini disosialisasikan ke masyarakat, tentu harapannya agar masyarakat tak membakar lahan.
“Saya rasa masyarakat juga bakal memahami jika larangan membakar lahan diberitahukan. Jangan bosan-bosan melakukan sosialisasi ke masyarakat supaya masyarakat juga ikut menjaga wilayahnya agar tak terjadi karhutla,” bebernya.
Selain itu, proses hukum juga harus tetap dijalankan agar masyarakat tahu bahwa ada ancaman pidana jika terbukti membakar lahan.
(Lih/matakalteng.com)






















Discussion about this post