PANGKALAN BUN – Destinasi Wisata di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terbilang lengkap, beragam destinasi wisata mempunyai pesonanya masing-masing. Dari taman, wisata laut, pantai, budaya, sejarah, kuliner, agrowisata, hutan hingga religi. Bahkan destinasi yang ada di Bumi Marunting Batu Aji ini memiliki keunggulan ikoniknya masing-masing.
Tidak bertele-tele lagi, langsung saja kami (Matakalteng.com) sebutkan !!! Di Desa Kumpai Batu Atas ada satu tempat wisata. Warga Kobar tentu sudah mengetahui tempat wisata ini, yakni Tebing Tinggi. Jika ingin wisata hutan, langsung saja ke Jurung Tiga di Desa Pasir Panjang, yang juga masih masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Arut Selatan. Disini juga ada wisata susur sungai yang membelah Kota Pangkalan Bun, yakni Sungai Arut.
Bila ingin menikmati atau healing sembari relaksasi menikmati debur ombak dan semilir angin laut, ada wisata pantai yang berdekatan di Kecamatan Kumai. Di desa pesisir terpadu ini objek wisatanya ada di Desa Kubu, Teluk Bogam, Keraya hingga Desa Sebuai.
Tidak jauh dari lokasi Pantai Kubu, wisatawan bisa menyebrang ke Taman Wisata Alam Tanjung Keluang. Ditempat ini hamparan pasir putihnya memanjakan pengunjung, bahkan terdapat penangkaran penyu sisik dan penyu hijau yang masuk dalam kategori satwa dilindungi.
Bila beruntung, wisatawan juga berkesempatan melepaskan tukik (anak penyu) ke laut, tentu hal ini mempunyai sensasi tersendiri. Masih di Kecamatan Kumai, ada tempat yang memang dialokasikan sebagai rumah besar Orangutan, Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Sebelum sampai di lokasi, pengunjung akan disuguhkan pemandangan hutan sembari menyusuri Sungai Sekonyer.

Kalau ingin melihat fenomena alam di tengah laut maka Gosong Senggora bisa menjadi pilihan, sementara untuk yang tidak ingin jauh, Gosong Beras Basah di Teluk Bogam bisa menjadi alternatif. Jika berkunjung ke Kobar, tak lengkap apabila tidak mencicipi makanan khasnya, Coto Manggala. Coto ini terbuat dari bahan singkong atau ketela. Dinamakan coto manggala karena masyarakat Pangkalan Bun menyebut singkong dengan nama manggala. Cara memakan coto ini juga berbeda, coto ini tidak dimakan dengan nasi, melainkan dengan singkong.

Dengan keragaman dan kelengkapan destinasi wisatanya, tentu membutuhkan pengelolaan yang tepat, sehingga keunggulan wisata di Kobar mampu memberikan kesan mendalam bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Semangat untuk membangun dan mengelola destinasi wisata di Kobar terus diupayakan oleh Kepala Daerah sejak dahulu hingga Pj Bupati Kobar Anang Dirjo. Berbagai pembenahan dan penataan kawasan wisata diyakini akan mampu menyedot minat masyarakat untuk berkunjung ke tempat wisata di Kobar.
Anang Dirjo bahkan berupaya keras menjalin kerjasama dengan daerah lain untuk mendorong promosi pariwisata hingga mengundang konsultan pariwisata dengan tujuan lebih mengembangkan potensi wisata yang ada. “Pariwisata di Kobar ini sejatinya sudah luar biasa bagus, apalagi kita punya wisata yang sudah mendunia, yaitu Taman Nasional Tanjung Puting,” ujarnya dengan bangga, Minggu, 31 Juli 2022.
Kendati demikian, ia mengakui pengelolaan destinasi wisata unggulan belum tergarap dengan maksimal. Akhirnya Pemkab Kobar melakukan kerjasama dengan Bali untuk mengadopsi pengelolaan wisatanya. “Kami bisa tiru wisata Bali dan kami terapkan di Kobar, dan saya meyakini kita mampu,” tegasnya.

Menerapkan hal itu bukan perkara yang mudah, dan untuk pengembangan wisata yang baik dibutuhkan konsultan profesional di bidang pariwisata. Ia berharap konsultan yang didatangkan dari Bali nantinya dapat membenahi kepariwisataan di Kobar, karena seperti diketahui pariwisata di Bali sangat bagus dan menjadi tujuan dunia.
Dengan berkembangnya pariwisata di Kobar, lanjutnya, maka banyak dampak positif yang akan diterima, terlebih jika wisatawan meningkat. “Dengan begitu perputaran uang akan semakin besar, tingkat pendapatan ekonomi masyarakat meningkat, dan lantaran itu kita punya komitmen kuat untuk mengembangkan wisata,” pungkasnya.
(ga/matakalteng.com)






















Discussion about this post