PANGKALAN BUN – Operasi pasar minyak goreng curah produksi PT Citra Borneo Utama (CBU) yang digelar oleh tim PT Sawit Sumbermas Sarana ( SSMS) bukan hanya menyasar wilayah dalam Kota tetapi juga kawasan pinggiran Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Seperti operasi pasar yang dilaksanakan kali ini, sebanyak 7000 liter minyak goreng curah, secara langsung dijual pada warga dengan HET 11.500 sesuai aturan pemerintah.
Manager CSR CBI Group Anita Erliana menjelaskan, minyak goreng produksi pT CBU didistribusikan sebanyak 3000 liter di Desa Kumpai Batu Bawah, Desa Tanjung Terantang 1000 liter dan Desa Tanjung Putri sebanyak 1000 liter.
“Selain itu kami juga bekerjasama dengan BAZNAS Kobar menyalurkan minyak goreng curah sebanyak 2000 liter dengan target khusus yaitu warga yang tercatat masuk golongan perkonomian lemah,” jelas Anita Erliana.
Anita Erliana menjelaskan, selain di Kabupaten Kobar di hari yang sama juga digelar operasi pasar minyak goreng di H2 Kabupaten Lamandau sebanyak 7000 liter.
“Sehingga total minyak goreng yang disalurkan hari ini sebanyak 14.000. Kegiatan ini bakal terus dilakukan, sesuai instruksi Owner CBI Group yaitu Bapak H. Abdul Rasyid AS dan keluarga,” jelas Anita Erliana.
Karena, lanjut Anita Erliana, sebagai owner grup usaha yang nota bene merupakan warga Provinsi Kalteng, beliau peka terhadap kondisi kelangkaan minyak goreng yang sedang terjadi saat ini.
“Untuk itulah sejak beberapa waktu lalu, beliau memerintahkan kami untuk menggelar operasi pasar dengan harapan masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan minyak goreng yang merupakan salah satu kebutuhan rumah tangga dan UMKM dengan kualitas baik namun dengan harga yang terjangkau sesuai aturan pemerintah,” jelas Anita Erliana.
Sementara Kepala Desa Kumpai Batu Bawah Bambang Silihwarno mengatakan, adanya kelangkaan minyak goreng beberapa waktu ini, pastinya cukup meresahkan warganya.
“Misalnya dalam operasi pasar ini hanya ditujukan bagi warga yang perekonomiannya menengah kebawah saja, tolong ditujukkan dimana warga yang tergolong mampu bisa mendapatkan minyak goreng ini. Bila ketersediaannya ada pastinya tidak perlu mengantre seperti ini,” jelas Bambang Silih Warno.
Artinya, menurut Bambang Silih Warno, kegiatan operasi pasar yang laksanakan PT. SSMS, tbk ini layak untuk diapresiasi.
“Operasi pasar ini sudah 2 kali digelar di desa saya. Kemarin kami dapat kuota 2000 liter dan hari ini 3000 liter. Pembelian minyak goreng seharga Rp 11.500 dan dibagikan sesuai kupon sebanyak 600 lembar,” jelas Bambang Silih Warno.
Bambang Silih Warno juga mengucapkan terima kasih pada H. Abdul Rasyid AS dan keluarga, atas gagasannya yang memerintahkan perusahaannya untuk mendistribusikan minyak goreng sesuai HET yang ditentukan pemerintah.
“Paling tidak kegiatan operasi pasar minyak goreng ini bisa membantu memenuhi salah satu kebutuhan pokok rumah tangga ditengah kondisi kelangkaan minyak goreng beberapa waktu ini. Namun saya juga berharap agar kondisi kelangkaan minyak goreng di pasaran bisa segera teratasi dan masyarakat bisa kembali mudah mendapatkan minyak goreng secara normal seperti dulu,” pungkasnya.
(ga/matakalteng.com)






















Discussion about this post