PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) akhirnya menghentikan secara resmi proses pencarian dan evakuasi 7 korban tersisa yang masih terkubur dalam lubang galian tambang sedalam 65 meter di Sungai Seribu, RT 06, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara.
Sejak terjadi musibah jebolnya lubang galian yang terhubung dengan bekas galian lama berisi air dan lumpur, tim SAR gabungan telah berhasil melakukan evakuasi terhadap tiga jenazah.
Dalam operasi pencarian dan evakuasi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) bersama tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD dan elemen lainnya telah berupaya melakukan evakuasi selama 7 hari.
Dan 7 jenazah tersisa hingga saat ini belum dapat ditemukan, mengingat medan lubang galian tambang sangat sulit ditembus, selain bau yang sudah menyengat, juga lubang galian sangat sempit dan berbahaya.
Terkait dengan operasi SAR yang telah berjalan selama 7 hari ini, pada Rabu 25 November 2020, tim gabungan menyatakan bahwa operasi pencarian korban yang masih terjebak dinyatakan dihentikan. Namun demikian, tim masih akan terus memantau lokasi kejadian perkara dibantu dengan aparat setempat.
“Tim telah berupaya maksimal untuk menemukan korban yang masih terjebak, namun kedalaman lobang tambang dan kondisi cuaca menjadi kendala utama, faktor keselamatan tim juga harus menjadi pertimbangan,” ungkap Bupati Kobar Hj Nurhidayaj saat memimpin konfererensi pers bertempat di kantor Bupati.
Dalam kesempatan itu ia menyatakan, bersepakat bersama tim gabungan untuk menghentikan proses evakuasi korban bencana longsor tambang tradisional kecamatan Arut Utara.
Menurutnya hari ini adalah batas waktu terakhir untuk itu setelah dikonfirmasi bersama tim gabungan, serta pihak keluarga korban mengikhlaskan anggota keluarga yang menjadi korban, maka diputuskan untuk pemberhentian proses evakuasi di lokasi, mengingat tingkat kesulitan dilapangan yang tidak memungkinkan dilanjutkan.
“Untuk perkembangan selanjutnya lokasi pertambangan dan area sekitarnya akan dilaksanakan evaluasi bersama kedepannya,” pungkasnya.
(ga/matakalteng.com)






















Discussion about this post