PANGKALAN BUN – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mematahkan dominasi sekolah favorit di ajang kompetisi Marching Band Duta Nada Swara (DNS) Open Competition di Lapangan Sampuraga.
Kejuaraan marching band yang diikuti oleh seluruh tingkatan satuan pendidikan dan umum tersebut, MIN 1 Mendawai merebut 13 piala dengan berbagai kategori lomba, dan berhak menjadi juara umum tingkat sekolah dasar.
Menurut Wakamad Kesiswaan MIN 1 Mendawai, Ida Harmonis dalam kejuaraan Marching Band Duta Nada Swara (DNS) Open Competition 2019 MIN 4 Mendawai berhasil merebut sebanyak 13 piala dari berbagai kategori lomba dan berhak menyandang juara umum.
Diantaranya, juara 1 Kirab Playpass Brass, juara 1 Konser Brass, Juara 1 Display Brass, The Best Field Comander, The Best Drum Mayor, The Best Alat Musik Tiup, The Best Analisa Musik Perkusi, The Best General Effect, The Best Display Snowmanship, The Best Marching Manuvering.

Selain itu MIN 1 Mendawai juga menjadi juara umum Maskot, Juara umum Display, dan juara umum Playpass/Kirab. “Seabrek prestasi tersebut diperoleh berkat kesiapan tim Marching Band MIN 1 Mendawai selama hampir 1 tahun, dan pematangan selama 3 bulan terakhir,” ujarnya, Selasa 12 November 2019.
Ia menjelaskan DNS Open Competition 2019 diikuti oleh 17 unit satuan pendidikan, dengan kategori 13 peserta non Brass atau alat menggunakan pianika, dan 4 peserta Brass yaitu dengan menggunakan alat terompet, trombon dan flugel.
Ia menegaskan dengan keberhasilan MIN 1 Mendawai dalam ajang yang digelar setiap tahun ini, menempatkan MIN 1 menjadi peserta yang diperhitungkan dan mematahkan dominasi sekolah yang difavoritkan seperti SDN Mendawai 2, SDN Mendawai 5, SDN Sidorejo 1 dan sekolah favorit lainnya.
“Dulu Madrasah di pandang sebelah mata alhamdulillah banyak prestasi yang sudah kami torehkan murid kami disamping drum band yang menjadi juara umum, di ajang DNS Competition 2019,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana DNS Open Competition 2019, Gusti Syamsudin mengungkapkan ajang DNS Open diselenggarakan untuk ke delapan kalinya, dan pada tahun 2019 ini diikuti oleh 28 peserta dari semua tingkatan pendidikan baik TK, SD/MI, SMP/Mts dan SMA/MA se Kabupaten Kobar.

“Untuk ke level lebih tinggi, berpulang ke sekolahnya apakah membiayai, kalau sanggup kita sediakan undangan untuk berlaga di tingkat nasional,” ujarnya. Ia berharap DNS Open Competition 2019 kedepannya semakin semarak dan lebih banyak yang mendukung event ini, kerena event ini sesuatu yang positip bagi generasi muda dan satu – satunya yang ada di Kalteng.
(ga/matakalteng.com)
















Discussion about this post