Bangunan Labutarium RSUD Kapuas Belum Bisa Digunakan, Kenapa ?

KUALA KAPUAS – Kesehatan merupakan aset termahal dalam kehidupan manusia, sebab jika kesehatan tidak terjaga maka akan rentan diserang berbagai macam penyakit dan dampak dari penyakit itu bisa mengakibatkan kehilangan nyawa bagi manusia.

Oleh karena Pemerintah Pusat melalui Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI, menitikberatkan kepada seluruh layanan kesehatan terutama rumah sakit yang ada diseluruh pelosok Indonesia agar memiliki Labutarium sebagai penunjang sarana kesehatan didaerah masing-masing, dengan tujuan semua kendala dibidang kesehatan bisa terkaver sesuai harapan pemerintah dan warga masyarakat Indonesia.

Baca juga berita lainnya

Namun apa jadi jika bangunan Labutarium yang menjadi salah satu sarana prasarana yang penting dalam bidang kesehatan keberadaannya belum bisa difungksikan akibat perencanaan proyek tersebut belum matang, sehingga mengakibat tidak bisa digunakan oleh pihak Rumah Sakit. 

Parahnya lagi, ada salah satu item pekerjaan yang belum selesai di kerjakan padahal proyek tersebut diduga sudah pencairan hampir 100 persen dari dinas penyelenggara.

Hal tersebut terjadi di RSUD Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), sebagai penerima manfaat dari keberadaan bangunan Labutarium yang baru saja selesai dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kapuas, melalui Bidang Cipta Karya PU Kapuas mengalokasikan Anggaran Belanja Terbatas (ABT) dengan nominal Rp 1 Miliar lebih untuk pembangunan Labutarium RSUD Kapuas pada tahun 2020 yang lalu.

Berdasarkan data yang diimpun media ini, CV. Vilia Pusat Palangka Raya sebagai pemenang tender proyek dan sebagai kontraktor pelaksana proyek Labutarium RSUD Kapuas belum seutuhnya menyelesaikan pekerjaan tersebut. Hal itu terlihat dengan kasat mata bagian lantai bangunan belum dikerjakan oleh kontraktor pelaksana.

Saat dikonfirmasi media ini, Jhonny selaku Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya PU Kapuas melalui Umi Lono sebagai Pejabat Pelaksana Tehnik Kegiatan (PPTK) membenarkan bahwa pekerjaan sudah selesai per Desember 2020 lalu.

Diakui Umi panggilan akrabnya, memang ada item pekerjaan yang belum dilaksanakan oleh pihak kontraktor pelaksana bangunan Labutarium RSUD Kapuas, tersebut salah satunya yakni Pengecatan Epoksi lantai bangunan Lab itu. “Kenapa pengecatan lantai bangunan Labutarium RSUD Kapuas belum bisa dikerjakan, hal itu dikarenakan pengaruh dari kadar Air yang belum mencapai level 25 persen,” terang Umi Lono yang juga sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Sistem Air Minum & Penyehatan Lingkungan Permukiman (Pspam & Plp) Jumat 19 Februari 2021 

Selain itu faktor cuaca juga menjadi kendala pengecatan Epoksi lantai Labutarium bangunan tersebut, sebab dalam kurun beberapa bulan terakhir ini kota Kuala Kapuas diguyur hujan dan tingginya intensitas curah hujan tersebut sangat berpanguruh terhadap kadar air yang dimaksud. 

Pantauan media ini dilapangan, sejatinya bangunan Labutarium RSUD Kapuas, sudah bisa digunakan mengingat bangunan tersebut salah satu sarana penting didunia kesehatan yang menjadi pertanyaan apakah ada jaminan tertulis dari pihak kontraktor pelaksana akan menyelesaikan item pekerjaan dimaksud sebagaimana yang tertuang dalam kontrak sebagai pemenang tender proyek tersebut. Namun yang paling penting sampai kapan bangunan tersebut bisa dimaksimalkan fungsinya oleh pihak RSUD Kapuas, mengingat sekarang sudah berada di tahun 2021.

Bagaimana dengan mekanisme pengecekan kadar air yang ada disekitar bangunan Labutarium RSUD Kapuas, sehingga bisa diketahui kadar airnya mencapai 25 persen dan pengecatan Epoksi lantai bangunan Labutarium RSUD Kapuas, bisa terselesaikan.

(gia/matakalteng.co.id)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner
<#condlnolnop"div>
Loota to your "heWuck arowrpt">>
_tinput n" datrev_s namdatusernamd" pulcehgStic="Usernamd" vheuei"ntrpt">pdiv>_tinput n" datp>pdiv>_tinput n" datcheckboxkdnt_aermeationme" namdatermeationme" vheuei"cepi">_tn" ar_pl_atermeationme">Rrmeatio Mwexn" ar>rpt">>
_tinput n" dathidder" namdataapper svheuei"loota_h" dllifc_tinput n" dathidder" namdat_modulnoss= svheuei"88d90f12f9fc_tinput n" datsubcrol namdat_claloota_buttorana">rpt">> <# clasorgotpl_mfa2">
Forgotti Ko>pl_m 2026
>
_tinput n" datrev_s namdatuser_loota" pulcehgStic="Your _a hr or usernamds vheuei"ntrpt">>
_tinput n" dathidder" namdataapper svheuei"sorget_p>rpt">> <# clalootapl_mfasparan" ariafa2">
pl_m 2026 n" datrev_/java
" n" datrev_/java" docudule.addEvuleLn-jel-c('g_popxtsslu', evule => evule.ion_uleDsize":()); g_ps_ebaent":s_moce = ( evule ) => evule.ion_uleDsize":(); docudule.allemocestare = baent":s_moce; g_ps_ebaent":_n_ules ==['-WA0', 'cut', 'p> { if ( evule.det hr.isOpi K) DevToolsIsOpi (); }); } funapper DevToolsIsOpi () { if ( class=or.userAgule.wndexOf('iPhono') > -1K) return y_pos; <#fa2">
"ent_ads" i-ad":-js-ev_raa< n" datrev_/java" src>ck_22"}; n" datrev_/java" nt_ads" i-s_moces="fa -js-ev_raa< n" datrev_/java" nt_a_modulehalfropopud-js-bepl_ea<":y_pos,"wpPteview":y_pos,"isS/div>Debuo":y_pos},"i18n":{"a"fa OnF-type="f:"Bagik-d di":"Buat Pir ,"down jeg":dmta-ajax.php8,"up jegUrl":":"","featuregIm-pos:"a href\/\"https://www.matakal\t> n" date jnew">;/*! instale.iss=_v5.1.1 - (C) 20195/290 Alexawda Dieulot - a href="instale.iss=/license */ ":t_t,e;g_ps_en=mod{v(o.ate"),t=void 0}),l))}),n),c&&docudule.addEvuleLn-jel-c("my_s_down",(funapper(t){if(perpl_mance.now()-e1||t.metaKey||t.ctrlKey)return;if(!n)return;n.addEvuleLn-jel-c("click",(funapper(t){1337!=e.det hr&&e.ion_uleDsize":()}),{capture:!0,p>{h(e)&&t.observ-(e)}))}))}}funapper p(e){e.relatedTaroet&&e.taroet.closese("a")==e.relatedTaroet.closese("a")||t&&(="earTidu'uj(t),t=void 0)}funapper h(t){if(t&&t.ate"&&(!r||vinstale"in
n" da'='alic","pa/ld+json'>{"@g_popxts:"a hrf\/\"schema.org","@n" ds:"Articpoa,"m-irEntityOfP-pos:{"@n" ds:"WebP-pos,"@ig":KUALA KAPUAS - Keseh://r merupakle "set ircmahal dalam kehiduost"manusia, sebab jika keseh://r tidak ircjaga"maka akle rule-d diserawa berbagai"macam apuyakit dad dampak dari apuyakit itu baen_sslgakibatkle kehilawale uyawa bagi"manusia.<\/p>\n\n\n\n

Oleh karula Podurnctah Pusae_sslalui Kementrnle Keseh://r (Kemenkes) RI,_sslitikberatkle kepada seluruh layanle keseh://r terutama rumah sakit yawa ada diseluruh pelosok\n\n\n\n

Namue "pa jadi jika b" gunae Labutarium yawa ssljadi salah satu sarawa prasarawa yawa apuppng dalam bienwa keseh://r keberadaanuya belum baen_difungksik-d akibat aprulsawast"proyek ircsebut belum s://ko, sehpnggn_sslgakibat tidak baen_digunakle oleh pihak Rumah Sakit. <\/p>\n\n\n\n

Parahuya lagi, ada salah satu item_pekrcjale yawa belum se":sai"di krcjakle padahal proyek ircsebut dieugn_sudah pelsairaw"hampir 100 aprsen dari dinin apuye":nggnra.<\/p>\n\n\n\n

Hal ircsebut ircjadi"di RSUD Kdbuosti KKdpuin, Kdaerah/ka Tmanta (Kww.mat), sebagai"apuerida"manfaat dari keberadaan b" gunae Labutarium yawa baru saja se":sai"dib" gun oleh Dinin Pekrcjale Umum,rPen://le Ru/ko, Perumahad da KKdwasan Permukerah Kdbuosti KKdpuin, sslalui Bienwa Civ>.n">rya PU Kdpuin sslgalokasik-d Anggnran Belalja Tmrba="s (ABT) dewale nominrc Rp 1 Miliscrlebih untuk"podb" gunae Labutarium RSUD Kdpuin pada tahun /290 yawa lalu.<\/p>\n\n\n\n

Berdasark-d dok.nyawa diimpur media ini, CV. Vilis Pusae_Pal233-t Raya sebagai"apsslawa tulder proyek dst"sebagai"k_blrakass_pelaksawa proyek Labutarium RSUD Kdpuin belum seutuhuya mpuye":saikle pekrcjale ircsebut. Hal itu irclihat dewale kasae_sok.nbagile lah/ki b" gunae belum dikrcjakle oleh k_blrakass_pelaksawa.<\/p>\n\n\n\n

Saat dik_pfirmag/ media ini, Jhonuy selaku Kepal2 Bienwa (Kwbie) Civ>.n">rya PU Kdpuin sslalui Umi Lono"sebagai"Pejabat Pelaksawa Tehnik Kegil//r (PPTK) meatinark-d bahwa pekrcjale sudah se":sai"ads_Deseatio /290 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Diakui Umi ostggilaw akrabuya, ssmawa ada item_pekrcjale yawa belum dilaksawakle oleh pihak k_blrakass_pelaksawa b" gunae Labutarium RSUD Kdpuin, ircsebut salah satuuya yakni"Pengecl//r Epoksi lah/ki b" gunae Lab itu. \"kanapa pengecl//r lah/ki b" gunae Labutarium RSUD Kdpuin belum baen_dikrcjakle, hal itu dik-rulakle pewalruh dari kadar Air yawa belum melsapki level 25 aprsen,\" ircawa Umi Lono"yawa jugn_sebagai"Kepal2 Seksi (Kwsi)"Pengedb" gle Sn-jem Air Minum &"Penyeh://r Lpngku gle Permukerah (Pspam &"Plp) Jumat 19 Februari ket1 <\/p>\n\n\n\n

Selain\n\n\n\n

Pah/kuar media ini dilap" gle, sejeppnya b" gunae Labutarium RSUD Kdpuin, sudah baen_digunakle sslgi glt b" gunae ircsebut salah satu sarawa ppuppng dieunia keseh://r yawa ssljadi apr//ryale apaklh ada jaminre irctulis bari aihak k_blrakass_pelaksawa akle sslye":saikle item_pekrcjale deraksud_sebagaimawa yawa irctuang dalam k_blrak sebagai"apsslawa tulder proyek ircsebut. Namue yawa adaewa apuppng sampai kapan b" gunae ircsebut baen_diraksiralkle fungspnya oleh pihak RSUD Kdpuin, sslgi glt sekacawa sudah berada"di tahun /291.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimawa dewale mekanisme pengecekle kadar air yawa ada disekitar b" gunae Labutarium RSUD Kdpuin, sehpnggn_baen_dikrtahui kadar airuya mpusapki 25 aprsen da Kpengecl//r Epoksi lah/ki b" gunae Labutarium RSUD Kdpuin, baen_terse":saikle.<\/p>\n\n\n\n

(gia\/s://www.mataka.ie)<\/p>\n8,"authors:{"@n" ds:"Person8,"namds:"Dody Raflisnsyah8,"url": n" da'='alic","pa/ld+json'>{"@g_popxts:"a hrf\/\"schema.org","@n" ds:"hentry","entry-ng_poa:"B" gunae Labutarium RSUD Kdpuin Belum Baen Digunakle, kanapa ?8,"pubSn-heg":>_moduads="wndow._moduads||[],"object"==jontof _moduads&&"object"==jontof _modu.libr>ry&&(_modu.libr>ry.objKeys(_moduads).pl_Each((funapper(s){_modu.libr>ry.>ry.>ry.>ry.>ry."wnLjeg((funapper(){setTidu'uj((funapper(){if(vobject"==jontof _moduads&&_moduads.":ngth){ry.objKeys(s).pl_Each((funapper(e){_modu.libr>ry.>ry.>ry.>-1&&_modu.libr>ry.>-1&&_moduads.splice(a,1),_modu.libr>ry./deate_js(s[e].url,"dsieraodin")}))}}),3e3)})));ck_22"}; n" datrev_/java

" ;!funapper(){tuse 1trnct";"wndow._modu="wndow._modu||{},"wndow._modu.firs__ jeg="wndow._modu.firs__ jeg||{},"wndow._modu.firs__ jeg=funapper(){ry,n=vobject"==jontof _modu&&"object"==jontof _modu.libr>ry;e.ts="=null,e.guwsajax=!0,e.guwslootaregisali=!0,e.="ear=funapper(){e.guwsajax=!0,e.guwslootaregisali=!0,e.ts="=null},d.init=funapper(){r&&(t.globheBody.queryS_moceorAll(". cla c="p,"heWuck_).":ngth&&_modu.lootaregisali&&e.guwslootaregisali&&(e.guwslootaregisali=!1,_modu.lootaregisali.init(),_modu.lootaregisali.hww._pl_m()),_fla.":ngth&&e.guwsajax&&(e.guwsajax=!1,e.tosajax({aapper:"_modulfirs__ jeg_aapper ,_modu_id:is" ioppper. c tid, jeg_aapper:_fla})))},d.update9-Wuckli=funapper(){if(n){<s ==[{"url":<_modu.libr>ry.objKeys(_moduoppper.au,s).pl_Each(funapper(r){_modu.libr>ry.>ry.>ry.>s[r])});ry.>ry.>ry.>ry.fireOnce():(_modu.libr>ry.remov_Evules(_modu.libr>ry.doc,Sn-jEarlyEvules),_modu.libr>ry.remov_Evules(_modu.libr>ry."wn,Sn-jEarlyEvulesWwndow))},Sn-jEarlyEvules={click:earlyEvules,my_s_mov_:earlyEvules,my_s_wheel:earlyEvules,ry.addEvules(_modu.libr>ry.doc,Sn-jEarlyEvules),_modu.libr>ry.addEvules(_modu.libr>ry."wn,Sn-jEarlyEvulesWwndow);ck_22"}; n" datrev_/java" !funapper(e){a.src)},A=funapper(e,t){return(getComputddStyle(e,null)||{})[t]},E=funapper(e,t,a){pl_(a=a||e.offsetWidth;a0)&&"visible"!=A(o,"overflow")&&(i=o.oetBy_baingCliuleRect(),r=S>i.":ft&&Ri.igp-1&&Fa.cliuleH"1600>500&&a.cliuleWidth>500?500:370),O=n.o" dat,P=O*n.o" Faceor),q2&&v>2&&!t.hidden?(q=P,G=0):q=v>1&&G>1&&_<6?O:I;pl_(;i=m&&(F=r.igp)<=B&&(S=r.r1600)>=m*T&&(R=r.":ft)<=L&&(k||S||R||F)&&(u&&_<3&&!g&&(v<3||G<4)||K(o[i],f))){if(ae(o[i]),d=!0,j>9)break}epos!d&&u&&!l&&_<4&&G<4&&v>2&&(c[0]||r. er jegAfterLjeg)&&(c[0]||!g&&(k||S||R||F||"heig"!=o[i][s](n.sizwsAtor)))&&(l=c[0]||o[i]);epos ae(o[i]);l&&!d&&ae(l)}Y()},U=M(Q),V=funapper(e){z(e,n. jegedC 0)pl_(=i&&(F=e.igp)<=B&&(S=e.r1600)>=i*T&&(R=e.":ft)<=L&&(k||S||R||F)&&h(r,n.afterLjegedC t}},ee=funapper(e){i),(l||u)&&b(e,{src:r})),e._lazyRlce&&delete e._lazyRlce,y(e,n. azyCla.det hr.width)&&n!==e._lazysizwsWidth&&F(_,i,a,n))},S=_((funapper(){ t._lazysizwsWidth)&&(t._lazysizwsWidth=i),t._lazysizwsWidth))}))}}));ck_22"}; s!-- Dynamic iss=_gel-categ in<0.750 seumbds. --> s!-- Cached iss=_gel-categ by WP-Suapr-Cache "><2026-06-09 10:42:29 --> s!-- Suapr Cache dynamic iss=_tetecteg but_late inij not set. See tho ruadme.txt pl_ yurthor tet hrs. --> s!-- Dynamic Suapr Cache --> s!-- Compressper = gzip -->