PALANGKA RAYA – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah menargetkan penyerapan gabah setara beras sebesar 15.800 ton sepanjang tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan produksi akibat perubahan musim.
Kepala Perum Bulog Kanwil Kalimantan Tengah, Erwin Budiana, mengungkapkan hingga awal April 2026 realisasi penyerapan telah mencapai sekitar 5.100 ton atau sekitar 32 persen dari target tahunan. “Target penyerapan tahun ini sebesar 15.800 ton setara beras. Sampai April ini sudah terealisasi sekitar 5.100 ton atau kurang lebih 32 persen,” ujarnya saat diwawancarai, Senin 6 April 2026.
Dia optimistis target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun, seiring dengan momentum musim panen yang tengah berlangsung di sejumlah wilayah. Dalam menghadapi dinamika cuaca dan potensi gangguan produksi, Bulog mengandalkan strategi peningkatan penyerapan saat panen sebagai langkah antisipatif.
“Kita akan terus melakukan penyerapan sebanyak-banyaknya. Jadi ketika produksi terganggu, stok yang ada di gudang Bulog bisa digunakan untuk mengamankan kebutuhan,” jelasnya. Menurutnya, stok cadangan yang memadai menjadi kunci menjaga stabilitas pasokan dan distribusi pangan, terutama saat terjadi gangguan alam yang berdampak pada produksi.
“Kalau nanti ada gangguan dan Bulog tidak bisa menyerap, kita tetap bisa menyalurkan dari stok yang sudah tersedia,” tambahnya. Dengan strategi tersebut, Bulog Kalteng berupaya memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga, sekaligus mendukung stabilitas harga di tengah ketidakpastian kondisi iklim.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post