PALANGKA RAYA – Aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan di Palangka Raya menunjukkan tren positif. Pasar Ramadan Datah Manuah yang dikelola pemerintah kota menjadi salah satu pusat pergerakan ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM, dengan lonjakan pengunjung dan nilai transaksi yang signifikan.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengungkapkan hingga pertengahan Ramadan jumlah pengunjung pasar yang berlokasi di kawasan Pasar Datah Manuah, Jalan Yos Sudarso, mencapai puluhan ribu orang. “Jumlah pengunjung sampai 14 Maret mencapai sekitar 61.980 orang atau hampir 62 ribu. Di minggu pertama rata-rata hampir 3.000 pengunjung per hari, sekarang sekitar 1.000 orang,” ujarnya.
Dari sisi transaksi, perputaran ekonomi di pasar tersebut juga tergolong tinggi. Dalam periode 19 Februari hingga 14 Maret 2026, total nilai transaksi diperkirakan mendekati Rp2,2 miliar. “Perputaran uangnya sekitar Rp2,1 miliar hingga hampir Rp2,2 miliar. Dari jumlah itu, sekitar Rp1,7 miliar merupakan transaksi tunai, sisanya sekitar Rp400 juta non-tunai,” jelasnya.
Fairid menyebutkan capaian tersebut menjadi indikator bahwa pasar Ramadan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Kota Palangka Raya. “Ini salah satu upaya kita untuk menggerakkan perekonomian UMKM. Perputaran uang yang terjadi cukup baik dan memberikan dampak positif,” katanya.
Ia menambahkan, ke depan pengelolaan pasar akan terus diperbaiki, termasuk dalam hal pendataan pengunjung dan transaksi agar lebih tertata dan transparan. “Kita coba kemas lebih rapi, termasuk pelaporan data pengunjung dan transaksi, apalagi kita juga bekerja sama dengan perbankan,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Palangka Raya berharap, keberadaan pasar Ramadan tidak hanya menjadi pusat aktivitas masyarakat selama bulan suci, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi pelaku usaha lokal.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post