PALANGKA RAYA – Menjelang idulfitri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memperluas intervensi sosial dengan menyasar kelompok pekerja rentan seperti ojek online, petugas kebersihan, dan lembaga sosial melalui program pasar murah bersubsidi. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Agustiar Sabran di halaman Istana Isen Mulang, rumah jabatan gubernur.
“Ini bentuk kehadiran pemerintah agar masyarakat, khususnya pekerja sektor informal, tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya,” ujar gubernur, Rabu 18 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, Plt. Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan 2.052 paket sembako murah.
Setiap paket berisi 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, dan 2 liter minyak goreng. “Nilai satu paket sekitar Rp145 ribu lebih, namun disubsidi pemerintah sehingga masyarakat cukup menebus dengan harga Rp10 ribu,” jelasnya. Menurutnya, kebijakan ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kebutuhan yang meningkat saat Ramadan hingga Lebaran.
Sementara itu, Gubernur menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak mengurangi komitmen pemerintah dalam menjalankan program yang langsung menyentuh masyarakat. “Walaupun ada efisiensi, program untuk masyarakat tetap menjadi prioritas,” tegasnya. Dia juga menyoroti pentingnya penguatan Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sebagai instrumen utama perlindungan sosial di daerah.
“Kita ingin KHBS benar-benar tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Edy Pratowo, unsur Forkopimda, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post