PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi meluncurkan sejumlah program strategis di bidang pendidikan, salah satunga yaitu program vokasi D-1 yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Reza Prabowo, menyampaikan bahwa peluncuran program tersebut menjadi langkah penting dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki dampak besar bagi kemajuan daerah.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah,” ujarnya dalam wawancara, Jumat 6 Maret 2026. Dia menjelaskan, Kamis 5 Maret 2026 Pemprov Kalteng secara resmi meluncurkan program utama, yakni program sekolah gratis, program kuliah gratis, serta program vokasi.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah vokasi berbasis pertanian yang merupakan inisiasi langsung dari Gubernur Kalimantan Tengah. Program tersebut dirancang untuk mendorong generasi muda agar lebih tertarik pada sektor pertanian sekaligus mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru di daerah.
“Program vokasi ini merupakan inisiasi Bapak Gubernur agar lebih banyak anak-anak Kalimantan Tengah tertarik di bidang pertanian dan mampu membuka lapangan kerja,” katanya. Program vokasi ini memiliki kuota yang cukup besar, yakni sebanyak 2.000 peserta setiap tahun dengan masa pendidikan selama satu tahun.
Skema pembelajarannya mengombinasikan teori dan praktik, dengan komposisi sekitar 30 persen pembelajaran di kelas dan 70 persen praktik di lapangan. Menariknya, kegiatan praktik tersebut tidak hanya bersifat pembelajaran, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi peserta.
“Misalnya saat belajar menanam, hasil tanaman itu bisa langsung menghasilkan nilai ekonomi bagi peserta,” jelasnya. Reza menambahkan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Pemerintah provinsi menggandeng sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Pertanian, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Kehutanan.
Selain itu, sebagian pembiayaan program vokasi juga memanfaatkan anggaran Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBHDR). Untuk pelaksanaan pendidikan, program vokasi jenjang D-1 ini bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya sebagai institusi pengampu program.
Menurut Reza, program vokasi ini juga sejalan dengan program pembangunan daerah yang tertuang dalam Kartu Huma Betang, khususnya dalam upaya membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. “Program vokasi menjadi salah satu instrumen untuk mencapai tujuan tersebut,” ungkapnya.
Pendaftaran program nantinya akan dibuka melalui Universitas Muhammadiyah Palangka Raya dengan kuota awal sebanyak 2.000 orang setiap tahun. Jika minat masyarakat tinggi dan kemampuan keuangan daerah memungkinkan, jumlah tersebut berpeluang untuk ditambah.
Ia juga menjelaskan bahwa program ini dirancang agar peserta tidak perlu menunggu lulus untuk merasakan manfaatnya. Jika program dimulai pada April, maka kegiatan pendidikan akan berlangsung hingga April tahun berikutnya dengan aktivitas praktik yang langsung menghasilkan nilai ekonomi.
Program ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor pertanian di Kalimantan Tengah, termasuk program nasional cetak sawah rakyat. “Pertanyaannya siapa yang akan mengelola dan menanam. Maka Bapak Gubernur menyiapkan sumber daya manusia melalui program vokasi ini,” katanya.
Nantinya, para lulusan program vokasi akan dibekali keterampilan dan disebar ke berbagai wilayah untuk menggerakkan sektor pertanian serta mendukung program Brigade Pangan di Kalimantan Tengah.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post