PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo memastikan penurunan transfer ke daerah (TKD) tidak menghentikan program prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Edy menegaskan seluruh program tetap dapat dilaksanakan dengan penyesuaian terhadap kemampuan anggaran yang tersedia.
“Kami bisa melaksanakan, semua program-program bisa kita sesuaikan. Sekarang OPD pun sudah bisa menyesuaikan. Memang semuanya harus menyesuaikan kebutuhan anggaran yang ada,” ujarnya, Minggu 1 Maret 2026. Menurutnya, langkah efisiensi menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan program.
Penyesuaian dilakukan pada pos-pos belanja yang dinilai masih bisa dihemat tanpa mengganggu substansi pelayanan publik. “Memaksimalkannya dengan menyesuaikan anggaran-anggaran. Misalnya perjalanan dinas dikurangi, pertemuan-pertemuan tidak harus selalu tatap muka, bisa melalui Zoom untuk wilayah Kalimantan Tengah,” jelasnya.
Selain itu, ia menyinggung pengurangan kegiatan yang tidak berdampak langsung pada kinerja pelayanan maupun pembangunan. Efisiensi operasional, termasuk penghematan penggunaan listrik dan pola kerja yang lebih fleksibel, menjadi bagian dari strategi pengendalian belanja. “Kurangi kegiatan-kegiatan yang memang tidak terlalu berpengaruh. Semua diarahkan agar lebih efektif dan efisien,” tambahnya.
Terkait upaya memaksimalkan potensi daerah, Edy menyebut Gubernur terus mendorong berbagai terobosan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, ia mengakui kondisi geopolitik global turut memengaruhi dinamika ekonomi, termasuk sektor swasta.
“Kita menyadari iklim geopolitik semakin memengaruhi. Pihak swasta juga tentu mengedepankan langkah-langkah mencari solusi terbaik agar sama-sama bisa jalan,” katanya. Pemprov Kalteng akan terus berupaya menjaga keseimbangan fiskal daerah sembari memastikan program prioritas tetap berjalan dan pelayanan publik tidak terganggu di tengah keterbatasan anggaran.
(nra/matakalteng)




















Discussion about this post