PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat wilayah dengan jumlah calon penerima Kartu Huma Betang Sejahtera terbanyak masih didominasi daerah berpenduduk besar. Data tersebut dinilai berbanding lurus dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana, menyebutkan empat daerah dengan jumlah penerima terbanyak yakni Kabupaten Kapuas, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kotawaringin Barat, dan Kota Palangka Raya.
“Masih sesuai dengan rasio jumlah penduduk. Wilayah dengan penduduk besar tentu jumlah penerimanya juga lebih banyak,” ujarnya saat diwawancarai di Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Rabu 25 Februari 2025.
Ia menjelaskan, penetapan calon penerima mengacu pada Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) yang merupakan produk Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik. Saat ini, pemerintah menggunakan kategori desil 1 sampai 5 sebagai dasar penyaringan.
“Secara keseluruhan ada kurang lebih 380 ribu kepala keluarga yang masuk di desil 1 sampai 5. Jadi ini memang berbanding lurus dengan kondisi sosial ekonominya,” jelas Rangga. Terkait mekanisme penyaluran bantuan tunai, ia mengatakan akan melibatkan Bank Kalteng dengan dukungan relawan di lapangan.
Pemerintah menilai kolaborasi diperlukan untuk mengatasi keterbatasan sumber daya dalam distribusi bantuan. “Nanti Bank Kalteng dibantu relawan. Kita tempatkan minimal satu relawan di setiap desa dan kelurahan. Kalau jumlah penerima banyak, bisa dua sampai tiga orang,” katanya.
Rangga juga menegaskan, status penerima bantuan tidak bersifat permanen. Pemerintah akan melakukan pemutakhiran data setiap triwulan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Per triwulan akan ada pemutakhiran data. Fungsi aplikasi dan relawan di lapangan untuk memverifikasi perubahan kondisi ekonomi masyarakat. Kalau sudah membaik tentu akan dievaluasi,” tegasnya.
Dalam pengelolaan data, Pemprov Kalteng turut berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BPJS, Kementerian Sosial, serta instansi terkait data kependudukan dan sosial lainnya. “Semua unsur yang berkaitan dengan data kependudukan dan sosial kita libatkan agar program ini benar-benar tepat sasaran dan sampai kepada yang membutuhkan,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post