PALANGKA RAYA – Ditengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada sejumlah daerah, Pemerintah Kabupaten Lamandau memastikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) ditegaskan tidak mengalami pemangkasan.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, memastikan kebijakan efisiensi anggaran tidak berdampak pada Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) maupun kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di wilayahnya.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai awak media di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu 25 Februari 2026. Menurut Rizky, di tengah penyesuaian anggaran yang terjadi di berbagai daerah, Lamandau termasuk yang tidak memangkas pos TPP maupun dukungan untuk masyarakat kurang mampu.
“Kalau sekarang di Kalteng, rasanya untuk TPP dan lain-lain yang tidak terpangkas cuma Lamandau. Untuk PBI sendiri juga tidak ada pemangkasan, tetap seperti yang disediakan. Kita dari masyarakat, untuk masyarakat,” ujarnya. Dia menjelaskan, berdasarkan data desil kemiskinan, angka kemiskinan Lamandau berada di kisaran 3,2 persen atau sekitar 3 ribuan jiwa.
Capaian tersebut disebut sebagai yang terendah di tingkat kabupaten di Kalimantan Tengah. “Sampai sekarang kita melihat desil 1, 2, 3. Kemiskinan Lamandau itu terendah. Kami bahkan sedang mengejar program nasional untuk 0 persen kemiskinan,” katanya.
Ia menyebut, sektor kesehatan terus diperkuat, termasuk dengan menghadirkan teknologi medis terbaru di rumah sakit daerah. Saat ini, sejumlah tindakan operasi sudah menggunakan metode modern berbasis laser tanpa pembedahan besar.
“Sekarang ada beberapa operasi yang sudah pakai teknologi laser, tidak perlu dibelah. Bahkan pasien dari Palangka Raya dan Pangkalan Bun sudah mulai datang,” ungkapnya. Terkait implementasi Kartu Huma Betang Sejahtera, Rizky menilai program tersebut sangat membantu masyarakat.
Dia mencontohkan bantuan Rp10 ribu dari kartu tersebut yang dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. “Sangat membantu sekali. Bantuan itu langsung terasa di masyarakat,” ucapnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post