PALANGKA RAYA – Kartu Huma Betang Sejahtera merupakan program terpadu Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang dirancang sebagai instrumen pendataan sekaligus penyaluran berbagai bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta program pemerintah lainnya agar lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran.
Program ini mengintegrasikan sejumlah layanan prioritas pemerintah daerah dalam satu sistem, dengan basis data lintas instansi, guna memastikan penerima manfaat benar-benar berasal dari kelompok masyarakat yang memenuhi kriteria.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menargetkan peluncuran Kartu Huma Betang pada Februari 2025, dengan fokus awal pada dua program prioritas, yakni bidang pendidikan dan ekonomi masyarakat.
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menjelaskan, peluncuran pada Februari masih bersifat launching program, sementara realisasi penyaluran manfaat kepada masyarakat akan disesuaikan dengan kesiapan teknis di lapangan.
“Rencananya di bulan Februari. Itu launching dulu. Pelaksanaannya nanti menyesuaikan kesiapan, karena program ini terus kita matangkan,” ujar Edy saat diwawancarai Awak Media Usai Menghadiri Agenda di Lantai I AJT, Selasa 10 Februari 2026. Diamenegaskan, tidak semua keluarga penerima akan otomatis mendapatkan seluruh manfaat yang terhimpun dalam Kartu Huma Betang.
Penyaluran bantuan akan dilakukan secara selektif berdasarkan program dan kriteria penerima. “Ditahap awal, ada dua program yang kita luncurkan, yakni pendidikan dan program ekonomi seperti pasar murah, sembako dan sebagainya, yang menyangkut ekonominya,” jelasnya.
Menurut Edy, mekanisme pemberian manfaat akan dievaluasi secara berlapis untuk memastikan bantuan tepat sasaran serta menghindari tumpang tindih antar program. “Nanti dilihat. Kalau sudah dapat ini, apakah dapat ini lagi, apa dapat ini lagi, nanti kan dilihat. Intinya Jangan sampai ada tumpang tindih lah.,” tegasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post