PALANGKA RAYA – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 yang bertepatan dengan pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul di Kalimantan Selatan, Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah mulai memetakan titik rawan kecelakaan, kemacetan, serta kesiapan sarana transportasi.
Kepala Seksi Pemaduan Moda dan Pengembangan Dishub Kalteng, Muhammad Ikhsan Sidiq yang menyampaikan bahwa sejumlah wilayah di Kalteng perlu mendapatkan perhatian khusus karena meningkatnya aktivitas kendaraan dan kondisi jalan.
Ikhsan menyoroti beberapa ruas dengan tingkat kerawanan tinggi, terutama jalur Seruyan–Sampit yang kerap terdampak banjir serta dilalui kendaraan angkutan barang dalam jumlah besar akibat aktivitas pelabuhan. “Banyak spot dengan kondisi menurun dan membutuhkan pemeliharaan. Jalan masih fungsional, tetapi masyarakat tetap harus berhati-hati,” ujarnya, Selasa 16 Desember 2025.
Selain kondisi jalan, aktivitas penambangan dan mobilitas barang dari wilayah pesisir turut menambah beban pada sejumlah ruas. Dishub memprediksi puncak kepadatan terjadi pada 24–25 Desember, bertepatan dengan pergerakan jemaah menuju Haul Abah Guru Sekumpul. Arus kendaraan diperkirakan padat dari arah Palangka Raya menuju Banjarmasin, termasuk dari koridor Sampit dan Pangkalan Bun.
Ikhsan juga mengimbau masyarakat menghindari penggunaan kendaraan bak terbuka saat menghadiri haul. “Kita mengingat kejadian beberapa tahun lalu, ada kecelakaan dengan korban meninggal hampir belasan orang. Kami imbau hindari kendaraan bak terbuka untuk perjalanan jauh,” tegasnya.
Untuk mendukung kelancaran arus, Dishub kabupaten yang dilintasi jalur utama diminta menyiapkan minimal tiga posko pemantauan, dilengkapi CCTV dan layanan internet gratis. Disektor transportasi, Dishub mencatat belum ada laporan resmi mengenai extra flight, tambahan kapal, maupun tambahan armada bus untuk Nataru.
Namun, Bandara Tjilik Riwut menerima permohonan slot time penerbangan Palangka Raya–Surabaya oleh Citilink pada 24 Desember sebagai penambahan frekuensi reguler. “Itu bukan extra flight, tetapi penambahan frekuensi reguler. Extra flight sifatnya sementara, dan sampai saat ini belum ada informasi lanjutan,” jelas Ikhsan.
Untuk pengamanan Nataru, Polda Kalteng menyiagakan 34 pos pelayanan dan 43 pos pengamanan di berbagai simpul transportasi, termasuk bandara, pelabuhan, dan terminal. Dishub Kalteng menegaskan bahwa koordinasi lintas kabupaten/kota akan diperkuat guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat serta keselamatan pengguna jalan selama periode libur akhir tahun.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post