PALANGKA RAYA – Kelangkaan LPG 3 kilogram yang sempat terjadi di Muara Teweh, Barito Utara, dan sebagian wilayah Murung Raya kini kembali normal. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng memastikan pasokan telah pulih setelah kendala teknis pada mesin pengisian di salah satu SPBE berhasil diperbaiki.
Kabid Perlindungan Konsumen Disdagperin Kalteng, Maskur, menjelaskan bahwa penyebab utama kelangkaan adalah kerusakan pada mesin pengisian tabung LPG yang menghambat distribusi harian. “Biasanya mereka bisa mengirim 10–11 truk. Karena mesinnya rusak, distribusi tidak maksimal,” ujarnya, Kamis 11 Desember 2025.
Menurutnya, proses perbaikan sempat memakan waktu karena suku cadang yang diperlukan harus didatangkan dari Jawa. “Sekarang sudah normal, pengiriman sudah sesuai loading order (LO). Spare part-nya tidak ada di Kalteng, jadi harus menunggu dulu,” jelasnya. Maskur menegaskan harga di tingkat pangkalan tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun laporan keluhan masyarakat umumnya berasal dari tingkat pengecer.
“Kalau masyarakat mengeluh, biasanya itu di pengecer. Mereka beli di pengecer lalu merasa mahal. Di pangkalan sebenarnya sesuai HET,” katanya. Di Muara Teweh, harga HET di pangkalan berada pada kisaran Rp22.000–Rp25.000, tergantung kecamatan. Terkait cepatnya stok habis di pangkalan, Maskur menyebut ada batasan kewenangan dalam pengawasan distribusi lebih lanjut, karena mekanisme sudah diatur regulasi.
“Kami tidak bisa masuk terlalu jauh karena pendistribusian sudah ada undang-undangnya. Tapi tetap harus berkolaborasi,” tegasnya. Dalam waktu dekat, Disdagperin akan menggelar pertemuan bersama Pertamina, kepolisian, dan pihak terkait untuk memperkuat pengawasan dan memastikan distribusi berjalan tertib.
Maskur menegaskan pemerintah daerah akan terus memantau situasi di lapangan dan membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang mencurigai adanya pelanggaran distribusi. “Silakan lapor kalau menemukan kejanggalan. Kami terbuka menerima aduan,” ujarnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post