PALANGKA RAYA – Upaya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi. Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, saat membuka Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Data Desa Wilayah Tengah dan Barat Tahun 2025 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur.
Dalam sambutan yang mewakili Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, Leonard menegaskan bahwa salah satu program prioritas Pemprov adalah mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak serta seluruh warga Kalteng melalui semangat Manggatang Utus dengan kearifan lokal dalam bingkai NKRI menuju Kalteng Berkah, Maju, dan Sejahtera, menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Kami ingin mendorong pembangunan yang semakin merata dan berkeadilan, hingga ke pedalaman,” ujarnya, Jumat 7 November 2025. Pemprov Kalteng juga menegaskan komitmennya agar seluruh masyarakat, terutama dari kalangan kurang mampu, dapat memperoleh akses yang setara terhadap pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan bantuan sosial.
“Tidak boleh ada lagi anak-anak yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, atau masyarakat yang kesulitan berobat dan makan,” tegas Leonard. Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Pemprov tengah menyiapkan Program Prioritas Kartu Huma Betang Sejahtera yang akan diluncurkan pada tahun 2026, ditujukan bagi masyarakat yang berhak menerima bantuan dan layanan terpadu.
Sejumlah program strategis juga telah dijalankan sepanjang tahun 2025, seperti Sekolah Gratis, Satu Rumah Satu Sarjana, Cek Kesehatan Gratis, Pasar Murah, serta Bantuan untuk Petani dan Nelayan. Untuk memastikan program prioritas berjalan tepat sasaran, Leonard menekankan pentingnya pemutakhiran data desa yang akurat, lengkap, dan terintegrasi.
Data tersebut akan menjadi dasar dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia di tingkat provinsi serta penyelarasan kebijakan menuju Indonesia Emas 2045. “Rakor ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi pendataan desa, tetapi juga ruang untuk mengidentifikasi berbagai tantangan, hambatan, dan peluang perbaikan di lapangan,” ujar Leonard saat membuka kegiatan.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post