PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah (Kalteng) masuk dalam lima provinsi prioritas nasional yang berpeluang besar mendapatkan pembangunan Sekolah Garuda, program pendidikan unggulan pemerintah pusat. Total ada 20 sekolah yang akan dibangun dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Maka dari itu Pemrov Kalteng tengah mengajukan sejumlah dokumen persyaratan untuk pengajuan pembangunan Sekolah Garuda di Kalteng.
Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, menyebut kehadiran sekolah tersebut akan menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar bagi daerah. “Kalau sampai Kalteng dapat, ini sangat luar biasa. Lokasinya masih dalam pembahasan, bisa saja di Palangka Raya, Katingan, Pangkalan Bun, Buntok, atau Sampit. Jadi tidak pasti di Katingan. Namun yang jelas, mohon doa restunya, dipastikan Kalteng akan mendapat Sekolah Garuda,” ujarnya, Minggu 21 September 2025.
Rencana pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI, Stella Christie, beberapa waktu lalu. Salah satu lokasi yang sempat menarik perhatian adalah Kalampangan, Palangka Raya, karena dinilai strategis dan dekat dengan bandara.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, M. Reza Prabowo, menjelaskan proses pengajuan lokasi masih memerlukan kelengkapan dokumen teknis, termasuk syarat kerawanan bencana. “Memang sempat terjadi sedikit miskomunikasi terkait persyaratan. Dari hasil monitoring, masih ada yang kurang dan sedang kami lengkapi. Namun Ibu Wamen memberi kelonggaran agar usulan lokasi tetap bisa diproses,” kata Reza.
Selain Kalampangan, pemerintah juga mempertimbangkan kawasan strategis lain yang dekat dengan destinasi wisata, seperti Taman Nasional Sebangau atau Tanjung Puting. Pertimbangan ini dinilai memberi nilai tambah, karena sekolah tidak hanya mencetak generasi unggul, tetapi juga mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Reza menuturkan, masih belum dapat dipastikan terkait waktu pelaksanaan pembangunan Sekolah Garuda, Namun Wamendiktisaintek menyampaikan direncanakan mulai dibangun pada 2026 dengan kapasitas 160 siswa per angkatan. Dalam tiga jenjang, sekolah ini mampu menampung hingga 500 siswa. Kehadirannya diproyeksikan memberi multiplier effect bagi daerah, termasuk mendorong pergerakan ekonomi masyarakat sekitar.
Reza juga menekankan pentingnya kebijakan afirmasi agar masyarakat lokal mendapat peluang lebih besar, walaupun sistem penerimaan tetap melalui sistem seleksi. “Kemarin Pak Wagub juga menekankan agar ada afirmasi bagi masyarakat asal Kalimantan Tengah, khususnya masyarakat Dayak, supaya putra-putri daerah juga bisa menikmati pendidikan di Sekolah Garuda,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post