PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menegaskan komitmen dan kesiapan penuh dalam mendukung Program Nasional Pembangunan 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia. Program ini bertujuan untuk memperluas akses masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), terhadap hunian layak dan terjangkau.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Herson B. Aden, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah daerah sedang melakukan pendataan kebutuhan perumahan dan verifikasi lokasi pembangunan. Lahan yang potensial termasuk aset tanah daerah yang belum dimanfaatkan, yang rencananya akan diprioritaskan bagi ASN maupun MBR.
“Kami terus melakukan penelusuran dan verifikasi lokasi secara detail untuk memastikan pelaksanaan Program 3 Juta Rumah berjalan sesuai ketentuan. Surat keputusan pembebasan PBB dan BPHTB telah diterbitkan oleh seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah bagi MBR. Mudah-mudahan dalam waktu dekat program ini dapat segera terealisasi sehingga masyarakat, khususnya berpenghasilan rendah, dapat segera merasakan manfaatnya,” Ujar Herson, Selasa 26 Agustus 2025.
Ia menambahkan, program ini sejalan dengan prioritas Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, yang menempatkan penyediaan hunian layak sebagai salah satu strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terkait mekanisme pendaftaran bagi masyarakat yang belum memiliki rumah, termasuk ASN, tenaga P3K, wartawan, dan kelompok masyarakat lainnya.
Rencana bekerja sama dengan BUMN perumahan menjadi salah satu opsi, dengan skema yang memungkinkan adanya keringanan uang muka. “Namun, lokasi pembangunan harus jelas dulu-tanahnya harus clear and clean sebelum dibangun. Program ini bukan pemberian rumah gratis, masyarakat tetap membeli dengan skema yang lebih ringan. Target utamanya adalah mereka yang benar-benar belum memiliki rumah. Kita tidak ingin memaksakan bagi yang sudah punya,” jelas Herson.
Berdasarkan perkiraan awal, dari 2,8 juta penduduk Kalteng, diperkirakan terdapat ribuan hingga ratusan ribu yang memerlukan rumah. Data tersebut akan menjadi dasar pengajuan kebutuhan ke pemerintah pusat. “Kita tidak bisa langsung menerima kuota sebelum menyampaikan data kebutuhan yang valid. Karena itu, saat ini fokus kami adalah mendata secara menyeluruh agar pelaksanaannya tepat sasaran,” tegasnya. Pemprov Kalteng optimistis Program 3 Juta Rumah dapat menjadi langkah nyata dalam penyediaan hunian yang lebih merata, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post