PALANGKA RAYA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
Penandatanganan kerja sama ini berlangsung di Aula DLH Provinsi Kalteng, Jalan Willem A.S., Palangka Raya. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan kompetensi SDM di bidang lingkungan hidup, mencakup tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Kepala DLH Provinsi Kalimantan Tengah, Joni Harta, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam membangun sumber daya manusia yang andal, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tengah tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang semakin kompleks.
“Tujuan utama kerja sama ini adalah untuk pengembangan sumber daya manusia di bidang lingkungan, tidak hanya bagi aparatur DLH provinsi dan kabupaten/kota, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang memiliki niat dan komitmen menjaga lingkungan,” ujarnya.
Joni menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat kapasitas SDM lingkungan secara berkelanjutan. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan visi DLH Kalteng dalam mewujudkan aparatur yang profesional serta pelayanan publik yang berkualitas.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Pusat Pengembangan SDM Lingkungan Hidup Kementerian LHK, Mini Farida, mewakili Menteri LHK/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Dalam keterangannya, Mini Farida menyatakan bahwa kerja sama ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Kami diarahkan langsung oleh Menteri LHK untuk melakukan pendekatan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan daerah. Kami turun langsung ke lapangan untuk memperkuat sinergi, menjembatani pusat dan daerah,” kata Farida.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kementerian LHK telah mengembangkan inovasi dalam metode pelatihan, salah satunya melalui sistem pembelajaran jarak jauh berbasis digital. “Kami menyediakan materi pelatihan melalui YouTube, platform AI, dan media daring lainnya. Ini memungkinkan siapa pun untuk mengakses pembelajaran teknis dan fungsional tanpa harus hadir secara fisik,” jelasnya.
Melalui sistem ini, peserta pelatihan dapat belajar secara mandiri dan kemudian mengikuti uji kompetensi sesuai jabatan fungsional yang dituju. Farida menegaskan bahwa pendekatan ini membuat pelatihan lebih inklusif dan menjangkau seluruh pelosok daerah.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, DLH Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat memperluas akses pelatihan, meningkatkan kualitas aparatur, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post