PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat komitmennya dalam pembangunan infrastruktur konektivitas laut dan sungai sebagai bagian dari strategi hilirisasi ekonomi. Salah satu langkah strategis yang saat ini menjadi fokus adalah pengerukan alur kapal di wilayah Kapuas Murung, guna mendukung kelancaran arus logistik di Pelabuhan Bahaur-Batanjung.
Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, dalam pidatonya yang mewakili Gubernur Kalteng pada jawaban akhir pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD atas Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalteng Tahun 2025–2029, Rabu 18 Juni 2025.
“Hal ini tentu perlu didukung dengan pengerukan sungai dan pelabuhan untuk memudahkan mobilitas barang dan bongkar muat di Pelabuhan Bahaur-Batanjung,” ujar Edy Pratowo dalam forum paripurna.
Edy menjelaskan bahwa pengembangan pelabuhan menjadi bagian integral dari strategi hilirisasi berorientasi ekspor. Saat ini, konsumen terbesar berada di Pulau Jawa, dan posisi geografis Kalteng yang langsung menghadap Laut Jawa menjadi keunggulan yang harus dimanfaatkan secara optimal.
“Hilirisasi yang akan dilakukan memperhatikan di mana konsumen yang jelas dan berorientasi ekspor. Kalimantan Tengah menghadap langsung ke Laut Jawa, maka pengembangan pelabuhan-pelabuhan harus dilakukan,” tambahnya.
Usai rapat paripurna ke-12, Edy menegaskan kembali kepada awak media bahwa kondisi muara yang dangkal menjadi hambatan utama bagi aktivitas kapal besar.
“Muara itu kan dangkal, kapal itu punya tonasenya, jadi ada batas kedalaman minimal yang harus dipenuhi. Kalau tidak, ya kapal tidak bisa masuk,” jelas Edy.
Ia juga menekankan pentingnya memperbanyak mobilisasi kapal, tidak hanya kapal barang tetapi juga kapal antar-pulau yang melayani wilayah Jawa.
“Kita harapkan tidak hanya kapal barang saja, tetapi juga kapal antar-pulau. Dua alur ini di wilayah tengah perlu dimanfaatkan. Ini bagian dari upaya Pemprov agar mobilisasi penggunaan alur itu diperbanyak,” ucapnya.
Edy juga mengajak para pengusaha pelayaran antar-pulau untuk memanfaatkan alur pelayaran Bahaur dan Batanjung, agar arus lalu lintas kapal dapat mendorong sedimentasi lumpur keluar. dan mencegah pendangkalan lebih lanjut.
“Kalau kapal dari Barito itu aktif keluar masuk, arus air akan terbentuk dan lumpur tidak mengendap. Maka kami dorong pelaku usaha memanfaatkan alur itu,” ujarnya.
Terkait hilirisasi industri, Edy menyatakan bahwa Pemprov saat ini tengah menjajaki aktivasi dan promosi pelabuhan-pelabuhan potensial di Kalteng.
“Sekarang kita mencoba mengaktifkan dan mempromosikan pelabuhan yang punya potensi. Daya tariknya tentu infrastruktur dan fasilitas pendukung, itu yang sedang kita siapkan,” tutup Edy.
Langkah-langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung realisasi RPJMD Kalteng 2025–2029, yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya lokal, nilai tambah, dan konektivitas antarwilayah.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post