PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) meluncurkan Panggung Dispora, sebuah inisiatif inovatif yang bertujuan menjadi ruang ekspresi dan eksposur bagi generasi muda bertalenta di Bumi Tambun Bungai.
Panggung Dispora menjadi etalase bagi kreativitas dan prestasi para pemuda, atlet, seniman, komunitas budaya, hingga inovator lokal yang selama ini kurang mendapat sorotan publik.
“Di sinilah para pemuda, atlet, komunitas seni, pegiat budaya, dan inovator lokal diberi ruang oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk tampil, dikenali, dan diberi panggung yang pantas,” ujar Joni Soner, Ketua Panitia, belum lama ini.
Program ini disebut sebagai strategi eksposur kreatif, yang tidak hanya memberikan tempat tampil, tetapi juga memberi pengakuan atas kerja keras dan prestasi para talenta muda daerah.
“Atlet dari cabang olahraga unggulan yang selama ini berlatih keras dalam diam, kini dapat tampil dan dikenal publik. Komunitas muda yang selama ini berkarya di ruang-ruang terbatas, kini kita beri ruang yang layak untuk tumbuh dan bersinar,” tegasnya.
Plt Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, menyampaikan bahwa penampilan hari ini baru awal dari rangkaian kegiatan Panggung Dispora yang akan rutin digelar dua kali seminggu, yaitu setiap Jumat dan Sabtu malam.
“Bulan depan kita harapkan pesertanya bertambah dan lokasi kegiatan akan berputar, namun titik utama tetap di Bundaran Besar, sesuai arahan Bapak Gubernur yang ingin area tersebut menjadi ruang ekspresi talenta lokal,” kata Leo.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan dari Bank Kalteng dan diharapkan dapat terus berjalan berkelanjutan. “Anak-anak muda Kalteng butuh ruang untuk menyalurkan bakat mereka, dan kini ruang itu telah tersedia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dispora Kalteng, Agus Siswadi, menekankan pentingnya pembangunan sektor olahraga yang inklusif dan adaptif terhadap tantangan zaman, termasuk era industri digital.
“Pembangunan keolahragaan harus menjamin pemerataan kesempatan, peningkatan mutu, serta efisiensi manajemen untuk menjawab tantangan keolahragaan saat ini,” jelasnya.
Agus menyebut olahraga memiliki potensi besar sebagai katalis pembangunan lintas sektor. “Olahraga bisa menjadi pendorong pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, dan budaya,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Palangka Raya, untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari budaya hidup sehat dan berprestasi.
“Dengan pembudayaan olahraga di lingkungan keluarga, masyarakat, hingga lembaga pemerintahan dan swasta, kita bisa mengangkat harkat dan martabat Kalimantan Tengah di kancah nasional bahkan internasional,” tuturnya.
Panggung Dispora kini hadir bukan sekadar panggung pertunjukan, tetapi sebagai simbol kolaborasi, pengakuan, dan dukungan nyata terhadap talenta muda Kalimantan Tengah untuk terus berkembang dan menginspirasi.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post