PALANGKA RAYA – Udang merupakan komoditas ekspor perikanan yang sangat penting bagi Indonesia, menyumbang 45% dari total nilai ekspor produk perikanan nasional. Pada tahun 2023, Indonesia menduduki peringkat keempat dalam produksi udang dunia dengan total produksi mencapai 130.776 ton. Sementara itu, produksi udang di Pelabuhan Perikanan Kuala Pembuang pada tahun 2024 tercatat sebanyak 151.398 kilogram, yang menjadi salah satu hasil tangkapan dominan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalimantan Tengah, H. Darliansjah, mengungkapkan bahwa Pelabuhan Perikanan Kuala Pembuang merupakan salah satu kawasan perairan penting di Indonesia yang menghasilkan udang dari wilayah laut utara Jawa. Kawasan ini berada dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Negara Republik Indonesia 712.
“Produk udang hasil tangkapan di Pelabuhan Perikanan Kuala Pembuang dapat berupa udang segar maupun udang olahan,” ujarnya pada Sabtu 29 Maret 2025.
Selain penting sebagai komoditas ekspor, udang juga dikenal sebagai sumber makanan yang kaya akan nutrisi dan memiliki banyak manfaat kesehatan. Udang mengandung protein tinggi, vitamin, mineral, serta asam lemak esensial yang sangat penting untuk tubuh. Protein dalam udang berperan penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Vitamin B12 yang terkandung dalam udang juga mendukung kesehatan sistem saraf dan pembentukan sel darah merah. Selain itu, udang mengandung mineral seperti selenium dan zinc, yang berperan dalam menjaga kekebalan tubuh dan kesehatan kulit. Omega-3 dalam udang juga mendukung kesehatan jantung dan fungsi kognitif.
Di Pelabuhan Perikanan Kuala Pembuang, kegiatan pengolahan udang melibatkan masyarakat lokal, khususnya ibu-ibu atau istri nelayan, yang terlibat dalam proses pengupasan kulit dan kepala udang. Proses ini termasuk pemotongan kepala (deheading) dan pengupasan kulit (peeling), yang dilakukan untuk meningkatkan nilai jual udang.
“Produk olahan udang yang telah dikupas kulitnya biasanya langsung dikirim ke Banjarmasin (Kalsel) untuk diproses lebih lanjut di pabrik. Pengiriman bisa mencapai 1 hingga 2 ton per kali pengiriman, tergantung dari hasil tangkapan nelayan dan kondisi cuaca,” tambah Darliansjah.
Proses pengolahan udang ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan harga jual, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat. Kehadiran Pelabuhan Perikanan Kuala Pembuang di Kabupaten Seruyan turut berperan dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat nelayan.
“Dengan adanya kegiatan pengolahan udang ini, selain meningkatkan harga jual, juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Kami berharap keberadaan Pelabuhan Perikanan Kuala Pembuang dapat terus mendukung kesejahteraan masyarakat nelayan di sekitar pelabuhan,” tutup Darliansjah.
Pencapaian ini menunjukkan pentingnya Pelabuhan Perikanan Kuala Pembuang dalam mendukung sektor perikanan, yang tidak hanya berkontribusi terhadap ekspor nasional tetapi juga memajukan ekonomi masyarakat lokal di Kabupaten Seruyan.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post