PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Tengah, H. Aryawan, menegaskan bahwa pembangunan desa berbasis pengurangan risiko bencana sangat penting untuk menghadapi tantangan bencana alam yang semakin kompleks.
Dia menekankan perlunya pendekatan ini untuk menciptakan desa yang tidak hanya maju secara ekonomi dan sosial, tetapi juga aman dan tangguh terhadap bencana. “Pengurangan risiko bencana memerlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. Oleh karena itu, setiap rencana pembangunan desa harus mencakup komponen yang memprioritaskan keselamatan warga, pengelolaan risiko, dan infrastruktur ramah bencana,” jelas Aryawan, Minggu 2 Maret 2025.
Menurutnya, integrasi pengurangan risiko bencana dalam pembangunan desa tidak hanya akan mengurangi kerugian akibat bencana, tetapi juga menciptakan ketahanan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Pembangunan desa, tambah Aryawan, harus melibatkan langkah-langkah mitigasi berbasis pemetaan risiko dan penerapan teknologi secara bijaksana.
Aryawan juga mengajak semua pihak untuk bekerja keras, memperkuat sinergi, dan berinovasi demi mewujudkan desa yang tangguh, aman, dan sejahtera. Penguatan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim dan mitigasi bencana di desa menjadi langkah mendesak yang perlu dilakukan.
“Ketahanan desa dapat dilihat dari kekuatan atau kelemahan kapasitas internal maupun eksternal, seperti daya dukung ekosistem dan lingkungan, regulasi, kelembagaan, pendanaan, serta sumber daya manusia,” ujarnya. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan desa-desa di Kalimantan Tengah dapat lebih siap menghadapi ancaman bencana, sambil tetap menjaga kemajuan sosial dan ekonominya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post