PALANGKA RAYA – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Ivo Sugianto Sabran, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Posyandu Se-Kalteng Tahun 2024 yang berlangsung pada 2-4 Desember 2024, di Palangka Raya.
Dalam sambutannya, Ivo mengingatkan bahwa peran Posyandu kini tidak hanya terbatas pada pelayanan kesehatan, melainkan juga meluas ke berbagai bidang yang krusial untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Posyandu merupakan pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Sesuai arahan Mendagri, Posyandu kini tidak hanya terkait dengan aspek kesehatan, tetapi juga mencakup banyak bidang yang penting untuk pengembangan SDM,” ujar Ivo saat membuka acara di depan sekitar 230 peserta yang hadir, terdiri dari Tim Pokjanal Provinsi Kalteng dan OPD Kabupaten/Kota terkait, Selasa, 3 Desember 2024.
Ivo mengungkapkan bahwa Posyandu kini mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, serta bidang sosial.
“Saat ini, Posyandu tidak hanya melakukan penimbangan dan pengecekan kesehatan anak. Posyandu juga dapat berperan dalam deteksi anak dan keluarga yang berhak menerima bantuan, literasi digital, mitigasi bencana, serta rehabilitasi trauma pasca-bencana,” jelas Ivo.
Lebih lanjut, Ivo mengingatkan pentingnya optimalisasi sistem informasi Posyandu agar dapat memantau aktivitas Posyandu di seluruh daerah. Ia juga mendorong penguatan program Bapak/Ibu Asuh Posyandu dan pembinaan Posyandu secara berjenjang.
“Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Kabupaten/Kota harus mendukung pelatihan kader Posyandu untuk meningkatkan kompetensi mereka. Selain itu, perlunya insentif bagi kader Posyandu agar semangat mereka tetap terjaga,” tambah Ivo.
Ivo juga meminta Tim Pokjanal Posyandu untuk memonitor pendataan Enumerator Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dan membantu mereka dalam mengakses daerah-daerah terpencil. Ia berharap, dengan dukungan penguatan Posyandu, angka stunting di Kalteng dapat terus menurun.
“Kemarin, posisi stunting kita turun di peringkat 16 dari 38 provinsi. Semoga tahun depan bisa lebih rendah lagi, ini sejalan dengan visi Gubernur untuk meningkatkan kualitas SDM,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalteng, Aryawan, melaporkan bahwa Rakor Posyandu Se-Kalteng 2024 ini menghadirkan dua narasumber dari Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri RI. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 230 peserta yang terdiri dari Tim Pokjanal Provinsi Kalteng dan OPD Kabupaten/Kota terkait.
Rakor Posyandu Se-Kalteng diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan sinergi antar pihak terkait, serta mendorong pelaksanaan program yang lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas SDM di Kalimantan Tengah.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post