PALANGKA RAYA – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyuarakan pentingnya calon pemimpin yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Pancasila, seperti transparansi, keadilan, dan tanggung jawab.
Hal ini disampaikan dalam rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan Konferensi Cendekiawan dan Akademisi yang digelar di Hotel Putera Kahayan, Palangka Raya. Konferensi tersebut dihadiri oleh lebih dari 100 akademisi dan cendekiawan Katolik yang berasal dari berbagai universitas di 13 kabupaten dan satu kota di Provinsi Kalteng.
Ketua Komda Pemuda Katholik, Freddy Simamora, mengingatkan para kandidat dalam Pemilu untuk menghindari praktik kampanye hitam dan politik yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. “Calon pemimpin harus berkomitmen untuk memajukan pendidikan melalui program sekolah dan kuliah gratis, serta konsisten dalam mengadakan pelatihan berbasis kompetensi dan membuka akses kerja bagi tenaga kerja lokal,” ujar Freddy.
Selain itu, Freddy juga menekankan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan guru, terutama di pedesaan, dengan memastikan mereka memiliki rumah layak huni. Pemuda Katolik Kalteng juga mendorong agar pemerintah daerah bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk memberikan kuota khusus bagi lulusan SMA di Kalteng yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri, mengingat adanya kesenjangan kualitas pendidikan antara lulusan Kalteng dan luar Kalteng.
Freddy juga menyoroti pentingnya pembangunan desa yang berkelanjutan dengan memberikan insentif pendanaan tambahan serta pengawasan partisipatif masyarakat. Menurutnya, pembangunan yang terus berlanjut akan memastikan arah pembangunan yang tidak terganggu oleh pergantian pimpinan daerah. “Ketidaksempurnaan kepemimpinan dapat diatasi dengan komitmen untuk keberlanjutan pembangunan, agar tidak terputus dan kembali mundur,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post