PALANGKA RAYA – Dalam rangka mendukung pencapaian swasembada pangan berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) menggelar Rapat Persiapan Survei, Investigasi, dan Desain (SID) serta Cetak Sawah 2025. Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Hj. Sunarti, untuk merancang langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Hj. Sunarti mengungkapkan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden untuk mencapainya ketahanan pangan nasional dan memenuhi kebutuhan pangan rakyat.
“Untuk itu, kami meluncurkan Gerakan Nasional Pangan Merah Putih Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan,” ujar Hj. Sunarti, Rabu, 13 November 2024. Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan SID sebagai langkah awal dalam program cetak sawah yang dijadwalkan pada 2025.
Program SID tahun 2024 ini akan mencakup lahan seluas 150.000 hektar, dengan rencana implementasi di beberapa wilayah potensial, seperti Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Barat, dan Kotawaringin Timur. 14 universitas di Indonesia turut terlibat dalam penyusunan SID, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan untuk menciptakan sawah yang produktif dan berkelanjutan. Hj. Sunarti juga berharap agar tim SID dapat segera turun ke lapangan untuk mengidentifikasi dan merencanakan desain irigasi serta infrastruktur pertanian lainnya.
“Karena waktu pelaksanaan sangat terbatas, kami harap tim SID dapat segera turun ke lapangan. Kami juga akan menyediakan pendamping dari Dinas TPHP Kalteng untuk membantu tim yang berasal dari luar daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Perlindungan dan Penyediaan Lahan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Atekan, menyampaikan arahan dari Menteri Pertanian yang menargetkan swasembada pangan dalam dua tahun mendatang. Atekan menegaskan bahwa salah satu kebijakan utama untuk mencapai swasembada pangan adalah melalui cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa. Pada tahun 2025, Kementerian Pertanian menargetkan untuk melakukan cetak sawah seluas 150.000 hektar di Kalimantan Tengah.
“Kegiatan SID adalah langkah awal yang sangat penting. Setelah SID selesai pada akhir Desember 2024, pada Januari 2025, kontrak cetak sawah dengan mitra-mitra akan segera dimulai,” ujar Atekan. Ia juga menekankan perlunya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program ini.
Selain itu, Atekan juga mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan bekerja sama dalam melakukan optimalisasi lahan. Salah satu lokasi yang mendapatkan perhatian adalah Dadahup, yang membutuhkan perbaikan dan peningkatan sistem irigasi untuk mendukung intensifikasi pertanian.
“Optimalisasi lahan rawa sebesar 500.000 hektar juga sedang dipersiapkan. Kami berharap Dinas Kabupaten/Kota dapat mengidentifikasi ulang lahan yang potensial untuk dioptimalkan,” tambah Atekan.
Rapat ini menandai komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mendukung target nasional swasembada pangan melalui penguatan sektor pertanian dan optimalisasi lahan. Pemerintah provinsi berharap, dengan sinergi antara berbagai pihak, program ini dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah serta berkontribusi pada ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post