PALANGKA RAYA – Plh. Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Akhmad Husain mengapresiasi upaya Balai Bahasa dalam melestarikan bahasa dan sastra daerah.
“Di tengah dinamika perkembangan zaman dan globalisasi, langkah-langkah nyata untuk menjaga bahasa daerah sangat penting sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya kita,” ujar Akhmad Husain.
Ia menekankan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Kalteng Tahun 2024 yang digelar ini bukan hanya merayakan keberagaman bahasa, tetapi juga menanamkan kebanggaan dan kecintaan terhadap bahasa ibu, khususnya di kalangan generasi muda.
Akhmad Husain berharap kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan bahasa daerah di Kalteng.
“Mari kita jadikan bahasa ibu sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, menjelaskan pentingnya program Revitalisasi Bahasa Daerah. Ia mengingatkan bahwa kepunahan bahasa daerah merupakan masalah global, dengan sekitar 200 bahasa punah setiap tahunnya.
Kepala Balai Bahasa Kalteng, Muhammad Muis, menambahkan bahwa terdapat 718 bahasa daerah di Indonesia, dengan 105 di antaranya berada di Papua Barat. Muis mengingatkan perlunya intervensi pemerintah untuk melestarikan bahasa daerah yang ada di Kalteng. “Dalam dua tahun ini, kami telah merevitalisasi delapan bahasa daerah,” katanya.
Muis menegaskan bahwa tujuan akhir dari Revitalisasi Bahasa Daerah adalah agar bahasa daerah terus digunakan oleh generasi muda, bukan sekadar ajang perlombaan. “Mari kita gunakan bahasa daerah dalam konteks tidak formal, dan kuasai setidaknya satu bahasa asing untuk bersaing di kancah internasional,” tutupnya.
Festival ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan bahasa dan budaya daerah di Kalteng.
(Vi/matakalteng)






















Discussion about this post