PALANGKA RAYA – Sensus Pertanian 2023 (ST2023) adalah salah satu kegiatan besar Badan Pusat Statistik (BPS) di Indonesia. ST2023 bertujuan untuk memberikan gambaran terkait sektor pertanian di Indonesia, melalui pengumpulan data mengenai luas lahan, jenis tanaman dan hewan ternak, teknologi yang digunakan, serta kesejahteraan petani.
“Setelah terlaksana ST2023, pada tahun 2024 BPS melaksanakan kegiatan Survei Ekonomi Pertanian (SEP 2024). Pelaksanaan SEP 2024 merupakan rangkaian kegiatan Sensus Pertanian Tahun 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan potret kesejahteraan pertanian Indonesia yang berkelanjutan,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik Kalteng Agnes Widiastuti, Jumat, 18 Oktober 2024.
Untuk mengevaluasi administrasi keuangan, pengolahan data, analisis, dan diseminasi pasca kegiatan pengumpulan data Survei Ekonomi Pertanian 2024, BPS mengadakan Rakorda ST2023. BPS sendiri telah menggelar Rakorda Sensus Pertanian 2023, yang bertujuan untuk melakukan koordinasi pengevaluasian terkait hasil dari pelaksanaan Sensus Pertanian dan Survei Ekonomi Pertanian.
“Hasil dari Rakorda ST2023 menjadi bahan koreksi serta perbaikan dalam pelaksanaan ST berikutnya,” ungkapnya.
Sensus Pertanian 2023 dan Survei Ekonomi Pertanian 2024 adalah kegiatan penting yang dapat memberikan informasi akurat mengenai kondisi pertanian di Indonesia. Melalui data-data yang dihasilkan dari kedua kegiatan tersebut, diharapkan dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan yang tepat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan sektor pertanian secara keseluruhan.
Dalam Rakorda ST2023 ini, BPS telah mempersiapkan diri untuk mendapatkan rumusan evaluasi yang akurat, dan mereka berharap bahwa hasil dari evaluasi ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi perkembangan sektor pertanian di Indonesia.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post