PALANGKA RAYA – Sektor pertanian tetap menjadi sektor utama yang memberikan kontribusi besar terhadap PDRB Kalimantan Tengah. Bahkan pada tahun 2023, sektor ini diharapkan menyumbang sebanyak 21,50 persen PDRB, atau setara dengan 44,9 triliun rupiah.
“Selain itu, sektor ini juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Kalteng. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak saja menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan mata pencaharian bagi banyak orang,” ujar Staf Ahli (Sahli) Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko, Jumat, 18 Oktober 2024.
Ia menambahkan saat ini, Kalteng sedang mengadakan evaluasi pelaksanaan Survei Ekonomi Pertanian (SEP) 2024 yang merupakan kelanjutan dari Sensus Pertanian 2023. Survei ini akan membantu memberikan gambaran lebih mendalam mengenai kondisi pertanian dan kesejahteraan para pelaku usahanya.
“Hasil survei tersebut menjadi landasan bagi kebijakan, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah,” imbuhnya.
Provinsi Kalteng juga mendapatkan kepercayaan besar dari Pemerintah Pusat untuk pengembangan Program Strategis Nasional Food Estate dan Cetak Sawah Baru, sehingga ke depan diproyeksikan sebagai salah satu Lumbung Pangan Nasional.
Dalam hal ini menjadi lebih penting untuk memastikan bahwa hasil survei ini dapat menjadi peta jalan dalam meningkatkan produktivitas, mendukung ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah.
Dukungan dan kerja sama dari semua pihak sangat penting untuk menghasilkan data yang akurat dan kebijakan yang relevan.
“Dengan begitu, Kalteng akan mampu meningkatkan sektor pertanian yang merupakan tulang punggung perekonomian di wilayah itu serta menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakatnya,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post