PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah (Kalteng) memasuki fase persaingan sengit untuk kursi gubernur dan wakil gubernur, dengan perhatian khusus dari pihak berwenang terhadap ancaman hoaks dan ujaran kebencian yang dapat mempengaruhi pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 2024.
Polda Kalteng, yang dipimpin oleh Kasatgas Humas Kombes Pol Erlan Munaji, bersama aparat pemerintah, sedang memantau dan mengantisipasi potensi gangguan dalam Pilkada mendatang. Erlan Munaji mengungkapkan bahwa deteksi dini dan pengamanan ketat di kantor penyelenggara dan pengawas pemilu menjadi prioritas utama.
“Lebih dari 4.000 personel kepolisian, didukung oleh TNI, akan diterjunkan untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkapnya, Senin 2 Agustus 2024.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap informasi bohong yang beredar, serta mengajak semua pihak untuk menjaga persatuan dan kesatuan demi menciptakan Pilkada yang aman dan damai.
“Saring sebelum sharing,” kata Erlan Munaji, menekankan pentingnya memilah informasi dengan bijak.
Di sisi lain, Dandim 1016/Plk Letkol Arh Jimmy Hutapea menegaskan kesiapan TNI dalam mendukung pelaksanaan Pilkada Kota Palangka Raya. Kodim 1016/Plk akan mengerahkan seluruh personel dan peralatan untuk memastikan jalannya Pilkada berjalan lancar. Jimmy juga mengingatkan pentingnya netralitas ASN dan kerjasama antara TNI dan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses Pilkada.
Keduanya sepakat untuk menghindari segala bentuk kecurangan dan kekerasan, serta memastikan bahwa Pilkada 2024 di Kalteng dapat berlangsung dengan kondusif.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post