PALANGKA RAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan BPBD Kabupaten/Kota untuk memberikan peringatan dini melalui Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak. Hal ini dilakukan untuk memberikan informasi yang lebih relevan dan berguna bagi pengambilan keputusan khususnya dalam hal mitigasi bencana alam dan meteorologi.
“Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak membantu dalam mengurangi dampak bencana dan memberikan peringatan dini ketika salah satu parameter cuaca melebihi ambang batas tertentu,” ujar Kepala Pelaksana BPBPK, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Alpius Patanan, Kamis 23 Mei 2024
Alpius menyebutkan peringatan dini dari BMKG dan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak dikeluarkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan BPBD Kabupaten/Kota mengenai cuaca signifikan, potensi dampak, dan tindakan yang perlu dilakukan. Dari informasi tersebut, diharapkan dapat menjadi bentuk pengambilan keputusan untuk mencegah dan mengurangi dampak dari kejadian bencana yang terjadi.
Prediksi Cuaca dan Prakiraan berbasis Dampak merupakan peringatan dini atau bentuk respon cepat yang dikeluarkan oleh BMKG. Faktor yang dipertimbangkan dalam prediksi cuaca dan prakiraan berbasis dampak adalah bahaya, kerentanan, dan keterpaparan.
Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Agung Sudiono Abadi, Prakiraan Cuaca dikeluarkan ketika salah satu parameter cuaca melebihi ambang batas tertentu dan dapat menyebabkan cuaca yang signifikan.
Sedangkan, Prakiraan Berbasis Dampak dikeluarkan ketika salah satu parameter cuaca melebihi ambang batas tertentu dan dapat menyebabkan cuaca yang signifikan, faktor yang dipertimbangkan dalam prakiraan berbasis dampak adalah bahaya, kerentanan, dan keterpaparan.
Diharapkan, dengan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak, masyarakat dan BPBD Kabupaten/Kota dapat memperoleh informasi yang lebih relevan dan berguna bagi pengambilan keputusan khususnya dalam hal mitigasi bencana alam dan meteorologi.
“BMKG akan terus berkolaborasi dengan cepat, tepat, kompak, kooperatif, dan satu kesatuan dalam memberikan informasi secara berkelanjutan kepada masyarakat, sehingga keselamatan masyarakat menjadi prioritas bersama,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post