PALANGKA RAYA – Gerakan Pangan Murah yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpang) Kalteng pada Car Free Day (CFD) Palangka Raya telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga pangan serta menekan potensi inflasi dari sisi bahan pangan.
Kepala Dishanpang Riza Rahmadi menjelaskan bahwa berbagai komoditas telah disubsidi, seperti beras premium 4 ton, beras SPHP 1 ton, bawang merah 70 kg, bawang putih 70 kg, gula pasir 500 kg, minyak goreng 500 kg dan telur ayam 70 rak/tray.
“Harga yang ditawarkan juga terbilang sangat terjangkau, seperti beras premium Rp60 ribu per lima kilogram, beras SPHP Rp55 ribu per lima kilogram, bawang merah Rp35 ribu per kilogram, bawang putih Rp35 ribu per kilogram, gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyak goreng Kita Rp25 ribu per dua liter, serta telur ayam Rp50 ribu per tray,” sebut Riza, Minggu 4 Fabruari 2024.
Kegiatan ini dilakukan secara merata dan menyasar seluruh masyarakat Kalimantan Tengah melalui kerjasama dengan Bulog. Sebelumnya juga telah digelar kegiatan serupa di Kotawaringin Timur, Katingan, Pulang Pisau, Kapuas, serta kabupaten lainnya di DAS Barito.
Gerakan Pangan Murah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah kenaikan harga pangan yang bisa mempengaruhi daya beli masyarakat. “Kegiatan ini juga bisa menjadi salah satu solusi dalam menghadapi situasi sulit yang berdampak pada sektor pangan,” imbuhnya.
Dia juga mengingatkan bahwa, masyarakat harus turut serta dalam menjaga stabilitas harga pangan dengan cara tidak memboroskan makanan, mempraktikkan pola hidup sehat dengan menjaga keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas fisik, serta mendukung kegiatan lokal dengan membeli produk hasil bumi Indonesia. “Semua hal kecil ini dapat membantu menjaga stabilitas harga pangan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post