PALANGKA RAYA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah (Kalteng), Ahmad Toyib, menjelaskan bahwa bantuan kepada korban terdampak banjir diberikan secara sinergis dan terintegrasi dengan beberapa dinas terkait, agar dapat menjangkau seluruh masyarakat dengan tepat sasaran.
Masing-masing dinas memiliki peran dan fungsi sendiri. BPBPK Kalteng memberikan paket bantuan sembako, sedangkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalteng memberikan paket sembako bersubsidi. Kemudian, Dinas Ketahanan Pangan akan melengkapi bantuan tersebut dengan beras subsidi, sementara Tim Tenaga Kesehatan serta pihak psikologi akan mendampingi warga untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan mereka setelah terdampak banjir.
“Dalam menangani banjir, personil yang membantu dipilih dengan selektif, dan tidak semua bisa menjadi relawan. Kriteria utama yang harus dimiliki adalah kemampuan berenang, dan lebih penting lagi bahwa mereka harus memiliki kesadaran untuk menjaga keselamatan diri saat membantu korban. Hal ini sesuai arahan gubernur bahwa seorang penyelamat harus bisa menjaga dirinya sendiri,” beber Toyib.
Kepala BPBPK Kalteng juga menegaskan bahwa wilayah yang menjadi prioritas penanganannya adalah Barito Selatan (Barsel), Barito Utara (Barut), dan Murung Raya. Untuk sementara, Murung Raya tinggal pemulihan, sedangkan Barito Utara sudah mulai menurun intensitas bencananya. Oleh karena itu, fokus kini adalah pada wilayah Barsel, dan pembangunan pasca-bencana akan tetap didampingi oleh pihak pemerintah demi memastikan pemulihan yang tepat dan optimal.
“Diharapkan posko-posko sudah terlatih di setiap wilayah bersama dengan relawan yang terseleksi serta bantuan yang diterima dari beberapa dinas pemerintah, sehingga dapat memastikan sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat dalam upaya membantu korban bencana ini,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post