PALANGKA RAYA – Banjir adalah salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, salah satu dampak yang akibat banjir yang sering muncul adalah masalah kesehatan. Guna membantu warga terdampak banjir, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengambil langkah cepat untuk mengatasi masalah ini dengan mengirimkan 40 tenaga kesehatan ke wilayah-wilayah terdampak banjir.
Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul mengatakan, setiap kabupaten terdampak akan mendapatkan tim kesehatan sebanyak 10 orang, sehingga total yang berada di lapangan ada 40 tenaga kesehatan.
“Seiring dengan dinamika yang terjadi di lapangan, akan dilakukan rotasi tenaga kesehatan setiap pekan untuk memastikan pelayanan terus berjalan dan tenaga kesehatan tidak kelelahan menjalani tugasnya,” ujarnya kepada awak media, Jumat, 26 Januari 2024.
Selain mengirimkan tenaga kesehatan, Dinkes Kalteng juga telah menyiapkan empat posko kesehatan. Meski begitu, tenaga kesehatan tidak hanya bertugas di posko tetap, melainkan juga bergerak dari desa ke desa untuk memberikan pelayanan kesehatan, dan disiapkan posko mobile yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Dalam kondisi darurat seperti ini, peran fasilitas kesehatan yang sudah ada sebelumnya juga sangat penting. Dinkes Kalteng akan mengaktifkan 72 fasilitas kesehatan yang terdampak banjir dengan upaya memfasilitasi tenaga kesehatan untuk memberikan layanan di tenda atau di rumah penduduk. Dinkes Kalteng untuk saat ini akan berfokus pada pelayanan khusus untuk lansia, anak-anak dan ibu hamil.
“Dinkes Kalteng dalam hal ini akan bergerak cepat dan tepat membantu masyarakat untuk tetap terlayani pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat terdampak banjir,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post