PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong pengembangan sumber daya alam di setiap kabupaten/kota. Salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah melanjutkan pengembangan pabrik beras modern atau Rice Milling Plant (RMP) di Desa Lempuyang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Dana sebesar Rp20 miliar telah dianggarkan di tahun 2024 ini untuk membantu pengembangan pabrik beras modern di desa tersebut.
Menurut Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, keberadaan pabrik beras modern di Desa Lempuyang diharapkan dapat menjadi katalisator untuk menyerap tenaga kerja lokal, sehingga dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur. Selain itu, pengelolaan beras di Kalimantan Tengah dapat menjadi lebih optimal.
“Padi yang dihasilkan oleh para petani lokal dapat diproduksi di dalam daerah, memenuhi kebutuhan lokal bahkan dijual ke luar Kalimantan Tengah,” ujarnya, Selasa, 16 Januari 2024.
Gubernur Sugianto Sabran bahkan berharap agar kedepan Kalimantan Tengah dapat menjadi sentral pangan Nasional. Hasil pertanian yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat, terutama para petani.
Selain di Desa Lempuyang, Kabupaten Kotawaringin Timur, pabrik beras modern juga dibangun di Kabupaten Pulang Pisau. Pembangunan fisik akan diperkirakan dimulai pada awal 2024. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti mengatakan bahwa tahap studi kelayakan pembangunan RMP telah selesai dilakukan.
“Studi kelayakan dilakukan selama satu tahun untuk memastikan kondisi lahan yang akan dibangun pabrik beras modern tersebut betul-betul layak dan untuk memastikan struktur tanah stabil serta tahan terhadap getaran tinggi,” jelas Sunarti.
Ia menambahkan sebelum pembangunan dimulai, perlu dilakukan pengeringan tanah di daerah gambut untuk memastikan struktur tanah stabil dan tidak mudah retak atau roboh. Proses pengeringan tanah biasanya akan memakan waktu hingga satu tahun atau tanah dianggap cukup untuk menjaga struktur tanah tetap stabil saat pembangunan. Hal serupa sudah diberlakukan di daerah Jawa saat pembangunan rumah di wilayah sawah.
Pembangunan pabrik beras modern ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Tengah. Dengan adanya pabrik ini, petani lokal dapat lebih mudah memproduksi beras yang berkualitas dan menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi daripada menjual beras mentah.
“Diharapkan juga kedepannya beras bukan lagi menjadi produk merek dari provinsi lain, namun menjadi produk andalan dari Kalimantan Tengah yang berkualitas tinggi dan menjadi andalan nasional,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post