PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia. Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan ini, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalteng dan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB melakukan rapat pembahasan tentang pengembangan kelautan dan budidaya perikanan di Kalimantan Tengah.
Dalam rapat tersebut, dibahas ruang lingkup Perjanjian Kerja Sama (PKS), yaitu pengembangan potensi kelautan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), pengembangan budidaya perikanan dan pesisir seperti silvofisheries, rumput laut, ikan laut, udang laut, lobster, kerrang dan teripang, serta monitoring dan evaluasi PKS.
Kepala Dislutkan Kalteng, Darliansjah menjelaskan bahwa kajian potensi kelautan berfokus pada pembuatan informasi zona penangkapan ikan yang dilakukan dengan pembentukan sistem monitoring otomatis pada shrimp estate Kalteng.
“Selanjutnya, aplikasi Geoportal Laut Berkah milik Dislutkan Kalteng akan ditingkatkan menjadi lebih interaktif dalam memberikan layanan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) di Provinsi Kalimantan Tengah, untuk memperkaya informasi dan data mengenai potensi kelautan serta kondisi perairan laut Kalimantan Tengah,” ujarnya, Selasa, 16 Januari 2024.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memiliki program prioritas dalam pembangunan kawasan tambak udang (shrimp estate) modern berkonsep zero waste dan berkelanjutan di Desa Sungai Raja Kabupaten Sukamara seluas 40,17 hektar. Saat ini, shrimp estate Kalteng BERKAH sedang dalam tahap uji konstruksi, uji kelistrikan dan finishing, dengan rencana segera melakukan penebaran benur udang vaname.
“Diperlukan teknologi sistem monitoring otomatis terhadap pertumbuhan udang vaname, kualitas air tambak dan pemberian pakan untuk mendukung keberhasilan produksinya,” sebutnya.
Dislutkan Kalteng dan FITB ITB berharap bahwa melalui PKS ini, dapat mengembangkan potensi kelautan dan perikanan Kalimantan Tengah dengan dibantu oleh sistem digital yang akan dikembangkan. Salah satunya adalah dengan upgrade aplikasi Geoportal Laut Berkah agar dapat memberikan informasi yang akurat mengenai zona penangkapan ikan, peta tata ruang laut yang lebih interaktif, serta sistem permohonan pertimbangan teknis KKPRL secara online.
Sementara itu, pihak FITB ITB yang diwakili oleh Aditya Rakhmat Kartadikaria selaku Person in Charge (PIC) PKS FITB ITB menyambut baik tema-tema kegiatan yang diusulkan oleh Dislutkan Kalteng. Ia menyebutkan bahwa FITB ITB telah memiliki pengalaman dan kemampuan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut.
“Kami menyambut baik kerja sama antara Pemprov Kalteng dengan ITB ini, dan kami yakin dengan adanya pengalaman dan kemampuan kami sebelumnya kita dapat bekerja sama dengan baik sehingga diharapkan nantinya dapat memperkuat dan mengembangkan sektor kelautan Provinsi Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post