PALANGKA RAYA – BPBPK Kalimantan Tengah (Kalteng) mengumumkan bahwa baru dua kabupaten, yaitu Barito Selatan dan Sukamara, yang melaporkan adanya banjir. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng, Ahmad Thoyib melalui Alpius Patanan yang menyebutkan hingga saat ini, masih belum ada laporan banjir dari daerah lainnya.
Meskipun demikian, pihak BPBPK tetap melakukan pengawasan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah untuk memastikan keselamatan warga.
“Kabupaten Barito Selatan menjadi wilayah yang terdampak paling parah oleh banjir. Tujuh desa tergenang air, mempengaruhi sekitar 810 jiwa dari 179 KK. Rumah ibadah, sarana pendidikan, gedung pemerintah, dan jembatan juga mengalami dampak dari banjir ini,” ujarnya, Senin, 8 Januari 2024.
Ia menambahkan meskipun belum ada laporan banjir dari Kabupaten Seruyan, BPBPK tetap melakukan pengawasan dan menyiapkan tim dan peralatan jika dibutuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa pihak BPBPK Kalimantan Tengah sangat serius dalam menjaga keamanan dan kenyamanan warga di seluruh wilayah.
Banjir merupakan salah satu bencana yang sangat berbahaya, dan warga Kalimantan Tengah harus selalu waspada terhadap potensi banjir.
“Kita sebagai masyarakat harus juga selalu siap menghadapi bencana dan mengikuti upaya pencegahan yang diberikan oleh pihak terkait,” imbaunya.
Prakirawan Cuaca Stasiun BMKG Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Fendiarni Lufhi Magfhiro menambahkan, jika dibandingkan dengan normalnya diprediksi puncak musim hujan akan mundur satu bulan atau lebih dari normalnya.
“Durasi musim hujan diperkirakan akan berlangsung sekitar 19 hingga 21 dasarian. Selanjutnya ada juga daerah yang mengalami durasi musim hujan 22 hingga 24 dasarian,” ungkapnya.
Pemerintah daerah diharapkan untuk bekerjasama dalam melakukan persiapan dan menjaga keselamatan warganya, serta mengurangi dampak akibat terjadi bencana karena peningkatan curah hujan.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post