Palangka Raya – Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah (OJK Kalteng), Otto Fitriandy mengungkapkan, bahwa kondisi sektor jasa keuangan di Bumi Tambun Bungai sampai dengan Oktober 2023 terjaga stabil di tengah tingginya dinamika global. Hal tersebut dapat terlihat dari kinerja keuangan Industri Jasa Keuangan di Provinsi Kalimantan Tengah sisi Perbankan terdapat peningkatan setiap tahunnya baik dari sisi Aset, Dana Pihak Ketiga, dan Kredit.
“Kinerja Sektor Perbankan di Provinsi Kalimantan Tengah yang baik tersebut juga turut mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” sebutnya, Sabtu, 30 Desember 2023.
Ia juga menyebutkan kinerja Bank Umum, baik konvensional maupun syariah, di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami pertumbuhan yang tergolong tinggi. Pada bulan Oktober 2023, aset Bank Umum tumbuh sebesar 15,81 persen (yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat sebesar 14,77 persen (yoy) dan Kredit meningkat sebesar 10,74 persen (yoy) dengan tingkat kredit bermasalah (Non-Performing Loan) sebesar 1,42 persen.
Meskipun kredit bank umum didominasi oleh Kredit Konsumsi yang memiliki porsi kredit sebesar Rp17,71 triliun, namun terdapat 5 sektor ekonomi terbesar yang memperoleh kredit, yaitu Untuk Pemilikan Peralatan Rumah Tangga Lainnya (termasuk pinjaman multiguna), Pertanian, Perburuan dan Kehutanan, Perdagangan Besar dan Eceran, Untuk Pemilikan Rumah Tinggal, dan Industri Pengolahan.
“Sementara itu, 5 Kabupaten/Kota penyaluran kredit terbesar di Provinsi Kalimantan Tengah berada pada Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kapuas, dan Kabupaten Barito Utara,” ungkapnya.
Kinerja Industri Keuangan Non-Bank pada Oktober 2023 juga tergolong baik dengan pertumbuhan Piutang Pembiyaaan mencapai 27,85 persen (yoy) dengan tingkat kredit bermasalah (Non-Performing Loan) sebesar 1,24 persen. Namun, pada sektor Asuransi, terdapat kontraksi pada premi pada bulan Juni tahun 2023 sebesar -22,83 persen (yoy) namun kontraksi premi ini diiringi dengan turunnya total klaim yang tercatat pada bulan Juni 2023 sebesar -32,34 persen (yoy).
Pada sektor Pasar Modal, kinerjanya menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik. Jumlah investor saham selalu meningkat dari tahun ke tahun, dan pada Oktober 2023 jumlah investor saham bertambah 17.174 investor dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah transaksi saham pada bulan Oktober 2023 sebesar Rp340,67 miliar atau terkontraksi sebesar Rp9,92 miliar dari tahun sebelumnya. Total Saham pada bulan Oktober 2023 juga meningkat sebesar Rp261,64 miliar dari tahun sebelumnya.
OJK Provinsi Kalimantan Tengah bukan hanya melaksanakan tugas pengawasan kepada Industri Jasa Keuangan, tetapi juga mendorong terwujudnya literasi dan inklusi keuangan kepada semua pihak, termasuk penyandang disabilitas yang merupakan salah satu sasaran prioritas edukasi keuangan dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia tahun 2021 – 2025.
“Diharapkan ke depan sektor jasa keuangan di Provinsi Kalimantan Tengah semakin maju dan memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post