PALANGKA RAYA – Olahraga dianggap sebagai cara yang efektif untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran, serta membantu seseorang dalam mengembangkan potensi diri dan meningkatkan kualitas hidup. Ini juga berlaku untuk penyandang disabilitas di Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kalteng Eddy Karusman mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) buka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Nasional Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Kalteng Tahun 2023, yang diselenggarakan di Aula Aurilla Hotel Palangka Raya, Jumat, 29 Desember 2023.
Dia mengatakan meskipun saat ini masih banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam mengembangkan olahraga difabel di Indonesia, namun campur tangan pemerintah dan kerja keras dari beberapa Badan atau Komite terkait, seperti NPCI mendorong perkembangan olahraga difabel di Indonesia semakin pesat.
“NPCI adalah wadah keolahragaan penyandang disabilitas Indonesia yang berwenang dalam melaksanakan program kerja NPCI untuk membina setiap olahragawan penyandang disabilitas di Indonesia,” ujarnya.
NPCI juga bertindak sebagai koordinator dan pelaksana dalam menggalang dan menjalin persatuan olahraga penyandang disabilitas di Indonesia serta memberikan perlindungan kepada anggota dan atlet penyandang disabilitas. NPCI juga bertanggung jawab dalam peningkatan prestasi olahraga difabel di Indonesia bersama dengan binaannya, serta dalam pembinaan kesejahteraan, keadilan, dan kehormatan olahraga difabel.
Salah satu momentum yang diharapkan dapat memajukan olahraga difabel di Kalteng adalah melalui acara Rakerprov kali ini. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan pelaksanaan program kerja NPCI, melakukan evaluasi terhadap laporan pelaksanaan program kerja NPCI, menggali, menemukan dan merumuskan strategi dan jalan keluar yang baik untuk menanggulangi dan menyelesaikan permasalahan serta kendala.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana olahraga difabel dan pemberian beasiswa kepada atlet penyandang disabilitas yang berprestasi,” ungkapnya.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan badan keolahragaan, NPCI Kalteng perlu melakukan pembinaan atlet secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Hal ini penting untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas atlet difabel dan memajukan dunia olahraga bagi penyandang disabilitas di Indonesia.
Melalui semangat memajukan dunia olahraga bagi penyandang disabilitas, Rakerprov NPCI Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan dapat menjadi titik balik bagi peningkatan perhatian dan dukungan terhadap atlet dan pelaku olahraga difabel di Kalimantan Tengah.
“Kita perlu mengakui prestasi dan potensi yang dimiliki oleh atlet penyandang disabilitas, serta tugas kita sebagai warga negara untuk memberikan dukungan dan semangat bagi mereka dalam mengembangkan olahraga difabel di Indonesia,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua NPCI Kalteng Deasy Olivia Christy menyampaikan bahwa Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) ke-17 tahun 2024 akan digelar di Provinsi Sumatera Utara.
“Ujung tombak prestasi atlet dimulai dari pembinaan di NPCI Kabupaten/Kota, untuk itu diharapkan kepada pengurus-pengurus kabupaten/kota bisa melaksanakan kejuaraan-kejuaraan cabang olahraga baik itu single event maupun multi event sehingga kita bisa mendapatkan bibit-bibit atlet berprestasi guna meningkatkan prestasi olahraga disabilitas di Kalimantan Tengah,” ungkapnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post