PALANGKA RAYA – Berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan No.PM.03.01/C/4732//2023 disebutkan WHO mendeteksi adanya sinyal undiagnosed pneumonia pada anak-anak di China yang di publikasikan di ProMed pada tanggal 22 November 2023. Media China menginformasikan adanya peningkatan kasus Mycoplasma pneumonia sejak Mei 2023, di mana sebagian besar pasien didiagnosis dengan infeksi Mycoplasma.
Selain itu, terdapat juga peningkatan kasus influenza, SARS COV-2, dan lain-lain berdasarkan laporan epidemiologi. Namun demikian, pada saat penulisan ini, peningkatan kasus tersebut sudah mulai mengalami penurunan.
Mycoplasma merupakan penyakit yang telah diketahui sebagai penyebab umum infeksi respiratori sebelum masa pandemi Covid-19. Insidensi dari penyakit ini sebesar 8,6%, namun turun drastis menjadi hanya 0,7% selama tahun 2021-2022. Penyebaran dari patogen ini memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga sering disebut sebagai Walking Pneumonia.
Di Cina, Mycoplasma merupakan penyebab terbanyak dari kasus pneumonia dan sering menyerang anak-anak. Biasanya, penyakit ini muncul pada musim panas untuk negara yang memiliki empat musim. Namun, penelitian di Cina menunjukkan bahwa adenovirus dan RSV menjadi penyebab beberapa tahun terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul menyampaikan, bahwa pneumonia adalah penyakit yang selalu ada dan menyerang anak-anak. Meskipun tidak terlalu banyak, penularan yang selama ini terjadi disebabkan oleh bakteri. Namun, isu terkini adalah penularan pneumonia melalui jamur.
“Hingga saat ini, penularan pneumonia yang sedang mewabah di China belum ditemukan di Kalimantan Tengah. Namun, kita semua tetap harus waspada dan menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit,” ujar Suyuti, Jumat, 1 Desember 2023.
Dalam surat edaran tersebut Kemenkes mengimbau agar pemerintah daerah dan masyarakat dapat melakukan sejumlah tindakan preventif. Imbauan tersebut seperti meningkatkan kewaspadaan dini dengan memantau tren kasus pneumonia melalui Sistem Kewaspadan Dini dan Respon (SKDR) melalui link https //skdr.surverans org dan melakukan pelaporan rutin ISPA/ Pneumonia pada link bit.ly/LISARI.
Menindaklanjuti laporan penemuan kasus yang dicurigai Mycoplasma Pneumonia dari Fasyankes dan memfasilitasi pengiriman specimen ke laboratorium rujukan. Menyediakan media transport specimen Mycoplasma penumonia (media Amies cair atau Universal Media Transport) jika di wilayah terdapat RS Sentinel SARI. Serta, menyebarluaskan informasi terkait kewaspadaan terhadap Mycoplasma pneumonia kepada masyarakat dan fasilitas layanan kesehatan di wilayahnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post