PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalteng, H Aryawan mengatakan, BUMDes harus bisa eksis karena dinilai mampu menyejahterakan masyarakat desa.
“Jumlah BUMDes di Kalteng saat ini sebanyak 1.100 unit dari jumlah desa sebanyak 1.432 desa, artinya baru sekitar 70 persen dari total desa yang memiliki BUMDes. Dari 1.100 Bumdes tersebut, hanya 645 BUMDes atau 59 persen yang aktif, sementara sisanya sebanyak 458 BUMDes tidak aktif. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi Pemprov Kalteng khususnya Dinas PMD,” ungkapnya, di Palangka Raya, Jumat, 24 November 2023.
Maka dari itu, pemerintah provinsi melalui Dinas PMD mencoba mengembangkan inovasi baru dalam rangka mengaktifkan kembali BUMDes, salah satunya melalui Strategi Penguatan dan Pengembangan Badan Usaha Milik Desa atau SAPEDA.
“Melalui inovasi ini, kita ingin memberikan solusi, bagaimana cara memperkuat dan mengembangkan unit-unit usaha BUMDes, sehingga dapat berkembang dengan baik dan ke depannya dapat menjadi garda terdepan untuk memajukan dan memandirikan desa,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Direktur Utama PT Bank Kalteng, Marzuki menegaskan, bahwa Bank Kalteng siap memberikan bantuan terbaik kepada BUMDes yang ada di Kalteng. Seperti Kredit UMKM Berkah, yang merupakan produk kredit mikro yang digunakan untuk membiayai modal kerja dengan jenis Pinjaman Tetap dan sistem berkelompok.
“Kita akan memberikan bantuan dana kepada BUMDes tanpa harus memikirkan agunannya apa. Bahkan bunga yang diberikan pun sangat kecil yakni 1,5 persen per tahun. Apalagi kita sudah menandatangani MoU, tentu Bank Kalteng ingin desa-desa tidak melewatkan kesempatan ini, karena dengan BUMDes-nya maju desa makin sejahtera,” pungkasnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post